Prestasi Besar dari KBB
Ribuan kilometer dari Bandung Barat, di lintasan atletik Meksiko, Jaenal Aripin melesat dengan kursi rodanya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Agus Satia Negara
INILAH, Bandung - Ribuan kilometer dari Bandung Barat, di lintasan atletik Meksiko, Jaenal Aripin melesat dengan kursi rodanya. Setiap dorongan tangan membawa lebih dari sekadar kecepatan. Di sana ada mimpi, latihan yang tak kenal lelah, dan nama Indonesia yang perlahan naik ke podium.
Ketika garis finis terlewati, perjuangan itu berbuah manis. Satu per satu medali dikalungkan di lehernya, sementara Merah Putih kembali berkibar di ajang dunia.
Atlet asal Kabupaten Bandung Barat itu menjadi salah satu bintang Indonesia pada TLAXCALA 2026 World Para Athletics Grand Prix edisi ke-12 di Meksiko. Menghadapi para atlet terbaik dari berbagai negara, Jaenal berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak.
Medali perak diraih pada nomor lari 100 meter putra kelas T54. Penampilan terbaiknya kemudian hadir di nomor 400 meter T54 yang mengantarkannya meraih medali emas.
Prestasi itu disempurnakan lewat nomor estafet campuran universal 4x100 meter, saat tim Indonesia kembali finis terdepan dan mempersembahkan emas kedua. Di balik tiga medali tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mulus.
Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, mengatakan keberhasilan Jaenal merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang. Pencarian bibit atlet dilakukan hingga ke berbagai pelosok Bandung Barat untuk menemukan talenta-talenta baru.
"Kami terus melakukan pembinaan berjenjang dan rutin melakukan pemantauan bakat ke seluruh pelosok wilayah Bandung Barat untuk menemukan bibit unggul seperti Jaenal," ujarnya, Senin (27/7).
Namun, menurut Acep, prestasi dunia yang diraih atlet daerah masih dibayangi keterbatasan. Dukungan anggaran dan fasilitas latihan di daerah belum sepenuhnya mampu memenuhi standar pembinaan internasional.
Dia menilai keberadaan fasilitas latihan milik NPC Indonesia di tingkat pusat menjadi faktor penting yang membantu atlet fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dunia.
Meski begitu, kesenjangan sarana di daerah masih menjadi pekerjaan rumah agar semakin banyak atlet potensial dapat berkembang. (gin)
Editor : Inilahkoran

