Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi Siapkan Laboratorium

Dorong kualitas lulusan sekaligus memberikan kenyamanan proses belajar mengajar, Prodi PPKn STKIP Pasundang Cimahi siapkan laboratorium

Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi Siapkan Laboratorium
Laboratorium PPKn STKIP Pasundang Cimahi

INILAHKORAN,Bandung,- Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi menyiapkan laboratorium bagi mahasiswanya.

Kehadiran laobratorium PPKn STKIP Pasundan Cimahi tersebut, selain sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan bagi calon guru PPKn, juga semakin memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Prodi PPKn Pasundan Cimahi meyakini dampak dari Pandemi yang berkepanjangan, kerap kali membawa suasana belajar yang membosankan.

Baca Juga: Masuk Kategori Tindak Pidana, Polisi Naikkan Kasus Kecelakaan Vanessa Angel ke Tingkat Penyidikan

Alasan itulah yang mendorong Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi terus mencari solusi untuk menghilangkan perasaan bosan dan jenuh yang menimpa sebagian besar guru dan mahasiwa.

Terlebih, pandemi juga berdampak terhadap menurunnya minat dan motivasi mahasiswa Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi untuk menjadi Guru. Mereka dirundung perasaan pesimisme dalam kondisi pendidikan saat ini.

Kepala Program Studi (Kaprodi) PPKn STKIP Pasundan Cimahi Yusuf Faisal Ali mengatakan, dengan menyediakan laboratorium di prodi PPKn, diharapkan membawa mahasiswa-mahasiswi bersikap sesuai dengan kondisi lingkungan dan mengetahui potensi diri, memberikan rasa percaya diri sebagai calon guru.

Baca Juga: Usai Mabuk, Nyawa Christopher Bobby Dihabisi Teman Sendiri karena Salah Paham

Selain itu, pihaknya juga berusaha dalam memberikan dukungan bagi mahasiswa-mahasiswinya agar dapat menjadi seorang calon guru PPKn yang siap berkompetisi, baik secara lokal regional, atau nasional.

"Harapan kami sih, bisa beradaptasi dan mengkaji diri untuk mengetahui kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya," kata Yusuf Faisal Ali kepada inilahkoran.id, Selasa 9 November 2021.

Dia menambahkan, guna membuka wawasan berfikir mahasiswa-mahasiswi dan berkreasi yang seluas-luasnya untuk menjadi guru di era digital saat ini.

Baca Juga: Sebelum Dijatuhkan dari Lantai 6 Hotel di Semarang, Christopher Bobby Sudah Dibunuh Lebih Dulu?

Pihaknya lanjut Yusuf Faisal, ingin mahasiswa Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi tetap semangat untuk terus belajar, khususnya menjadi seorang guru yang baik dan benar.

"Harapan kami sih, mampu menjadi tempat yang nyaman untuk belajar bagi mahasiswa-mahasiswi, sehingga mereka dapat memiliki karakteristik guru yang baik dan dapat disukai siswa," ujarnya.

"Selain itu, menjadi pendidik di abad 21 harus mampu menghadapi kompleksitas tantangan dalam pengajaran, sehingga dari sekarang perlu memiliki hard skills dan soft skills," paparnya.

Baca Juga: Jajaki Investasi dengan Qatar, Erick Thohir Bicara Sektor Ini

Dosen PPKn STKIP Pasundan Cimahi Meiwatizal Trihastuti menambahkan, laboratorium PPKn STKIP Pasundan Cimahi menjadi sarana bagi mahasiswa di prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi untuk lebih intensif belajar.

Laboratorium PPKn juga menjadi sarana memperdalam mengenai keilmuan mereka di prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi.

"Melihat kondisi belajar dan pendidikan saat ini, membuat kami berfikir tentang bagaimana mengabdikan ilmu guru ini pada interaksi belajar secara langsung," ujarnya.

Baca Juga: Menangis Saat Minta Izin Sang Ibu, Ria Ricis Sebut-Sebut Almarhum Papa Saat Siraman

"Perubahan kegiatan belajar tentu saja merubah kebiasaan mengajar sehingga menuntut guru buat lebih inivatif dan kreatif”, ujar Meiwatizal Trihastuti.

Sementara itu, Mahasiswa Prodi PPKn STKIP Pasundan Cimahi Hasbi Ashshidiq mengatakan, laboratorium PPKn STKIP Pasundan Cimahi ini memberikan bekal untuk menjadi seorang guru yang unggul di era globalisasi.

Menurut Hasbi Ashshidiq, dirinya memaknai menjadi seorang pendidikan dengan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang lebih optimis.

Baca Juga: 34 Napi Teroris di Gunung Sindur Bacakan Ikrar Setia NKRI

Karena, guru adalah kunci dari keberhasilan dan kegagalan suatu pendidikan.

“Menjadi pendidik, kita dituntut untuk selalu optimis agar percaya diri, ketika percaya diri sudah tertanam di diri kita, maka saat menjelaskan berbagai hal ke peserta didik akan lebih nyaman dan peseta didik akan dapat memahami apa yang kita sampaikan” imbuh Hasbi Ashshidiq.

Muhammad Hasbi Ashshidiq mengungkapkan, bahwa melalui laboratorium PPKn STKIP Pasundan Cimahi, mahasiswa prodi PPKn belajar tentang bagaimana menjadi guru.***(Okky Adiana)


Editor : inilahkoran