Produksi Garam Karawang Cukup Menggiurkan

Selama ini wilayah pesisir Kabupaten Karawang menjadi salah satu sentral produksi garam di Jawa Barat. Bahkan garam asli wilayah ini cukup terkenal kualitasnta hingga ke daerah lain.

Produksi Garam Karawang Cukup Menggiurkan
INILAH, Karawang – Selama ini wilayah pesisir Kabupaten Karawang menjadi salah satu sentral produksi garam di Jawa Barat. Bahkan garam asli wilayah ini cukup terkenal kualitasnta hingga ke daerah lain.
 
Data dari Dinas Perikanan (Diskan) Karawang, produksi garam di wilayah ini sekitar 2.000 ton per tahun. Namun hasil produksi garam selama 2018 cukup menggembirakan. Pasalnya, selama musim panen tahun ini, petambak berhasil memproduksi 3.900 ton garam atau naik hampir 100 persen dari produksi tahun sebelumnya.
 
Ketua Koperasi Garam Segara Jaya Kabupaten Karawang Aep Suhardi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena hasil panen 2018 jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Kendati, luasan areal tambak yang diolahnya lebih sedikit, hanya 150 hektare dari total luasan tambak garam di Karawang yang mencapai 250 hektare.
 
"Tambak garam ini tersebar di empat kecamatan. Alhamdulillah, ada peningkatan produksi di 2018 kemarin," ujar Aef saat dihubungi melalui telepon selulernya, belum lama ini. 
 
Menurut dia, peningkatan produksi ini salah satunya karena faktor cuaca yang sangat mendukung. Kemudian faktor pemanfaatan teknologi baru yang diterapkan para petambak. Karena produksinya cukup lumayan, petambak serta koperasi juga bisa menyetok garam untuk kebutuhan tahun ini. Adapun garam yang disetok petambak mencapai 35 persen dari total produksi yang sampai 3.900 ton atau setara 700 ton garam.
 
Dari 700 ton stok garam ini, 300 tonnya berada di Koperasi Segara Jaya. Sisanya, tersebar di petambak. Tujuan menyetok garam ini, lanjut Aep, untuk memenuhi kebutuhan di tahun ini.  Terutama, saat puncak musim hujan. Serta, menunggu harga garam bagus.
 
Selain meningkatnya produktifitas, sambung dia, harga garam saat panen raya kemarin juga menjadi keuntungan sendiri bagi petambak. Mengingat, kala itu harga garam di Karawang tetap tinggi. Yakni, mencapai Rp 1.000 per kilogram. 
 
"Sampai akhir 2018 kemarin, harga garam mencapai Rp 1.500 per kilogram. Ini menjadi angin segar bagi petambak garam," katanya.


Editor : inilahkoran