Profil Abdul Wahid Gubernur Riau: Dari 'Cleaning Service' hingga Terjerat OTT KPK
Kali ini, giliran Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang diamankan tim penegak hukum antirasuah dalam operasi pada Senin 3 3 November 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Simak profil Gubernur Riau, Abdul Wahid, dari 'cleaning service' hingga terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK kembali mencatatkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, giliran Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang diamankan tim penegak hukum antirasuah dalam operasi pada Senin 3 3 November 2025.
Penangkapan ini menjadi OTT keenam KPK sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, lembaga tersebut telah melakukan operasi serupa di berbagai daerah dan kementerian, mulai dari kasus korupsi proyek jalan, pengelolaan hutan, hingga dugaan pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan.
Abdul Wahid sendiri baru dilantik sebagai Gubernur Riau pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Namun, perjalanan politiknya yang semula dianggap inspiratif kini tercoreng oleh dugaan praktik korupsi yang menyeret namanya.
Dari Dusun Kecil hingga Kursi Gubernur
Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana sebagai anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak kecil, hidupnya tak lepas dari perjuangan ekonomi yang berat.
Untuk membantu keluarga, Wahid muda kerap bekerja di sawah dan kebun. Ketika menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam, ia berusaha mandiri dengan bekerja sebagai cleaning service di kampus.
Tak jarang, ia juga menjadi kuli bangunan demi membayar biaya kuliah. “Yang penting bisa lanjut sekolah dan tidak merepotkan ibu,” ungkapnya dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu.
Kehidupan keras di kampus dan lingkungan pesantren membentuk karakter tangguh Abdul Wahid. Ia dikenal sebagai sosok rendah hati, religius, dan aktif dalam kegiatan sosial serta organisasi kemahasiswaan.
Menapaki Dunia Politik Lewat PKB
Perjalanan Wahid di dunia politik dimulai dari aktivitasnya di organisasi kepemudaan dan keagamaan. Latar belakang santrinya membuatnya merasa sejalan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang berakar kuat di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Lewat PKB, karier politik Abdul Wahid menanjak pesat. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019, mewakili daerah pemilihan Riau. Di Senayan, ia dikenal vokal memperjuangkan aspirasi rakyat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pendidikan di Riau.
Kinerjanya di parlemen membuatnya dipercaya menjadi pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, posisi strategis yang menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas dan kepemimpinannya.
Pada Pemilu 2024, Wahid kembali mencatat prestasi dengan meraih suara tertinggi di dapil Riau dan kembali duduk di DPR RI. Popularitasnya yang terus menanjak membuat namanya mencuat sebagai calon kuat Gubernur Riau dari PKB.
Editor : Firda Rachmawati

