Profil Satori, Politisi Partai Nasdem Asal Cirebon yang Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi CSR BI

Penyidik KPK memeriksa politisi asal Kabupaten Cirebon, Satori, dalam kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia. Siapa Satori?

Profil Satori, Politisi Partai Nasdem Asal Cirebon yang Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi CSR BI
Satori, polisi Partai Nasdem asal Kabupaten Cirebon, menunggu di KPK sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia. (Foto: Antara)

INILAHKORAN, Jakarta – Penyidik KPK memeriksa politisi asal Kabupaten Cirebon, Satori, dalam kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia. Siapa Satori?

Satori, politisi kelahiran Kabupaten Cirebon 55 tahun lalu itu dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial korporasi (CSR) Bank Indonesia.

“Atas nama S, anggota DPR RI,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, soal politisi asal Cirebon yang dipanggil KPK.

Satori sendiri dikenal sebagai politisi kawakan di Kabupaten Cirebon. Dia sudah malang melintang sebagai wakil rakyat, bahkan di awal era Orde Reformasi.

Satori adalah polisi kelahiran Palimanan pada 25 Februari 1970 lalu. Dia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Palimanan.

Satori menyelesaikan pendidikannya di Palimanan. Mulai dari SD Paningan, SMP PGRI Palimanan, SMA Negeri Palimanan, sebelum akhirnya kuliah di STAI Cirebon.

Saat menjadi mahasiswa di PAI Tarbiah STAI Cirebon itu, Satori sudah masuk ke gelanggang politik. Dia menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada Pemilu 2009, Satori berhasil merebut salah satu kursi DPRD Kabupaten Cirebon melalui PKS. Dia mendudukinya selama lima tahun.

Di Pemilu berikutnya, Satori naik kelas dan ternyata berhasil. Dia menjadi anggota Fraksi PKS di DPRD Jawa Barat pada periode 2014-2019.

Tapi, setelah itu, dia meninggalkan PKS dan berpindah ke Partai Nasdem. Lewat partai besutan Surya Paloh ini, Satori berhasil menjadi politisi Senayan, menjadi anggota DPR.

Dia mengawalinya sejak periode 2019-2024. Partai Nasdem tiga kali merotasinya dalam posisi anggota komisi, mulai dari Komisi XI, Komisi VIII, dan kembali ke Komisi XI.

KPK saat ini sedang melakukan penyidikan soal kasus dugaan korupsi dalam penyaluran dana CSR Bank Indonesia.

Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi yang diduga menyimpan alat bukti terkait dengan perkara tersebut.

Dua lokasi tersebut adalah Gedung Bank Indonesia (BI) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, yang digeledah pada Senin (16/12) dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digeledah pada hari Kamis (19/12).

Adapun KPK juga telah menggeledah rumah anggota DPR RI Heri Gunawan, dan telah memanggil anggota DPR Satori terkait penyidikan kasus tersebut. (*)


Editor : Zulfirman