Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bandung Tak Lagi Terbatas Hari Ulang Tahun
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengubah kebijakan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis. Program yang awalnya hanya tersedia pada hari ulang tahun, kini dapat diakses kapan saja sepanjang tahun seluruh masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengubah kebijakan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis. Program yang awalnya hanya tersedia pada hari ulang tahun, kini dapat diakses kapan saja sepanjang tahun seluruh masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung Deborah Johana Rattu menjelaskan, pada awalnya peluncuran program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilakukan lebih awal di Kota Bandung yaitu pada 3 Februari meski jadwal nasional menetapkan tanggal 10 Februari.
“Waktu awal, waktu bulan Februari kan di-launching itu tanggal 10. Kalau Kota Bandung tanggal 3, karena menurut surat edaran awalnya tanggal 3 Februari harus dilaunching pemerintahan kesehatan gratis. Ternyata, nasional menetapkan 10 Februari,” kata Deborah Johana Rattu, Kamis 10 Juli 2025.
Namun menurutnya, antusiasme masyarakat dinilai masih kurang karena mereka harus datang langsung ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, mulai Maret, program diubah menjadi pemeriksaan kesehatan gratis yang bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat hari ulang tahun.
“Nah, ternyata akhirnya diubahlah kebijakan tersebut pada bulan Maret. Itu menjadi cek kesehatan gratis. Jadi kalau cek kesehatan gratis itu tidak lagi melihat hari ulang tahun. Tetapi semua masyarakat itu boleh langsung memeriksa kesehatannya sesuai dengan siklus hidupnya,” ucapnya
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis itu disesuaikan dengan usia masing-masing di mana jenis pemeriksaan pada usia 18 tahun berbeda dengan yang dilakukan pada usia 60 tahun.
Proses pemeriksaan, dimulai dengan screening menggunakan kuesioner yang bertujuan mendeteksi adanya kelainan yang kemudian jika ditemukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih detail.
“Memang saat ini kebanyakan pemeriksaannya berbentuk screening pertanyaan. Jadi kadang-kadang kan orang, ini kok saya nggak diperiksanya, woh laboratoriumnya, woh lengkap gitu ya. Tetapi screening kesehatan yang ditanyakan melalui questionnaire itu merupakan pintu masuk nanti kalau misalnya ternyata, oh ada kelainan, berarti kita harus melakukan pemeriksaan apa,” ujar dia.
Selain pemeriksaan di puskesmas, pihaknya juga menyediakan layanan jemput bola untuk pekerja kantoran sehingga pemeriksaan dapat dilakukan di kantor dengan pengaturan jadwal terlebih dahulu.
“Sekarang kita jemput bola seperti itu. Nah cuman dipastikan juga bahwa si KTP sama NIK nya itu harus sama namanya juga ya. Kadang-kadang kita kendalanya pada saat kita menginputkan di pecatatan pelaporannya, itu tuh jadi nggak masuk gitu,” tutur nya.
Deborah menambahkan, hasil pemeriksaan dapat langsung diakses oleh peserta melalui aplikasi Satu Sehat di ponsel masing-masing sehingga memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan mereka.
Editor : Doni Ramdhani

