Program Sterilisasi Kucing Gratis Bantu Pecinta Hewan di Cibiru
Dinni Hendriani, warga Kecamatan Cibiru, Kota Bandung dikenal sebagai pecinta kucing terutama kucing liar. Ia merawat sekitar 20 kucing di rumahnya, dan mendukung program sterilisasi gratis yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinni Hendriani, warga Kecamatan Cibiru, Kota Bandung dikenal sebagai pecinta kucing terutama kucing liar. Ia merawat sekitar 20 kucing di rumahnya, dan mendukung program sterilisasi gratis yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.
Menurut ia, banyak kucing liar di lingkungan sekitar yang terlantar dan berisiko menyebarkan penyakit. "Karena banyak kucing liar yang terlantar di jalanan, sakit dan bisa menyebarkan virus, saya sangat mendukung program sterilisasi," kata Dinni Hendriani, Senin 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, sebagian besar kucingnya adalah kucing liar yang datang sendiri ke rumahnya. "Yang datang ke rumah biasanya karena kasihan. Saya pelihara dan kasih makan," ucapnya.
Beberapa waktu lalu, virus menyerang kucing-kucingnya sehingga beberapa ekor mati. "Dua hari sekali ada kucing yang meninggal, total sudah lima kucing. Karena itu, suami saya melaporkan ke DKPP dan sekarang kucing-kucing kami sudah diberi vitamin oleh mereka," ujar dia.
Dinni menjelaskan, kucing-kucing tersebut datang sendiri karena ia rutin memberi makan kucing liar di lingkungannya dan menyediakan pasir. Dari 20 kucing yang dirawat, sekitar delapan ekor sudah disterilisasi secara bertahap.
"Kalau ada program gratis dari DKPP, saya ikuti. Kadang juga kalau ada rejeki, saya bawa ke dokter hewan. Ada teman yang bekerja di klinik hewan juga membantu gratis," ujar dia.
Ia menekankan, pentingnya sterilisasi terutama bagi kucing liar untuk mengendalikan populasi dan menjaga kesehatan mereka. "Sangat penting, apalagi untuk kucing liar. Populasinya jadi lebih terkontrol, dan kucing liar yang terlantar bisa lebih sehat," tegasnya.
Dinni juga mengaku sudah memahami alur program sterilisasi gratis DKPP dan pernah mendaftar online sebelumnya.
Kecintaannya pada kucing sudah berlangsung 2-3 tahun.
"Awalnya kasihan melihat kucing liar lapar, jadi saya mulai memberi makan. Tadinya pakai makanan rumah tangga seperti ayam, tongkol atau telur. Lama-lama saya mulai membeli makanan kucing agar lebih cocok. Dari situ jumlah kucing yang datang ke rumah makin banyak," jelas dia.
Mengurus kucing sebanyak itu tentu membutuhkan biaya cukup besar. Menurut ia, untuk makanan, pasir dan vitamin bisa mencapai 3-4 juta rupiah per bulan. "Untuk kucing di dalam rumah saya beri makanan agak premium, sementara yang di luar beli yang ekonomis. Saya beli perlahan-lahan, tidak sekaligus banyak," katanya.
Untuk kucing yang sakit, Dinni biasanya membawa mereka ke dokter hewan dengan biaya minimal 100 ribu rupiah per kunjungan. "Makanya kemarin ada yang mati, dan saya melapor ke DKPP. Mereka datang dan memberi vitamin serta obat," ungkapnya.
Program sterilisasi gratis dari DKPP telah banyak membantu pecinta kucing di wilayahnya. "Untuk bantuan yang datang ke rumah, baru sekali. Tapi saya pernah ke kantor mereka di Jalan Pelindung Hewan dan Jalan Arjuna, sekitar dua-tiga kali untuk sterilisasi gratis. Program gratis seperti ini sangat membantu pecinta hewan," ujar dia.
Dengan dukungan seperti itu, pecinta kucing seperti Dinni berharap populasi kucing liar bisa lebih terkontrol dan kesehatan mereka terjaga sekaligus mengurangi jumlah hewan terlantar di jalanan.***
Editor : JakaPermana

