Proyek Drainase Ancam Pepohonan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Agus Satia Negara
INILAH, Cimahi - Satu per satu pohon di Jalan Raden Demang Hardjakusumah mulai dihitung. Bukan hanya batang dan jumlahnya, tetapi juga akar, karbon, dan kemungkinan kehidupan baru setelah pembangunan drainase selesai.
Sekitar 32 pohon di sepanjang jalur pekerjaan drainase Cihanjuang berpotensi terdampak. Namun, angka tersebut belum menjadi keputusan akhir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi masih melakukan verifikasi untuk memastikan pohon mana yang benar-benar harus ditangani.
“Bukan hanya jumlah pohon yang dicatat, tetapi juga nilai karbon yang akan hilang dan yang paling penting, yakni rencana penanaman pengganti dengan jenis pohon yang lebih kokoh, tidak mudah tumbang, serta tidak merusak infrastruktur baru yang dibangun,” kata Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Kamis (20/8).
Pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari desain yang disusun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Namun, sebelum satu pun pohon disentuh, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilewati.
Jumlah pohon yang terdampak harus dipastikan. Dampak ekologis perlu dihitung. Perizinan juga harus diproses melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi.
“Angka 32 pohon itu pun belum final dan masih diverifikasi ulang di lapangan agar tidak ada pohon yang terbuang sia-sia,” jelasnya.
“Kemudian juga nanti DLH Cimahi akan hitung kurang lebih kalau kemarin hitungannya ada 32 pohon, tapi kita masih akan lihat kembali seperti apa supaya detail kita tahu,” sambungnya.
Yang menjadi pertimbangan bukan sekadar apakah batang pohon berada di dekat jalur drainase. Kondisi akar juga diperiksa. Pohon yang kehilangan sebagian besar akarnya bisa menjadi tidak stabil dan justru membahayakan lingkungan sekitar.
“Karena kena drainase makanya ini yang dihitung. Jadi drainase itu akan kena berapa pohon. Dan juga nanti misalnya tinggal separuh akarnya, apakah kuat tetap ada di sana,” sebutnya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

