PSSI dan FIFA Bersinergi Membangun Manajemen Olahraga Nasional: Program Akademi Garuda Jadi Langkah Besar Reformasi Sepak Bola Indonesia
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola sepak bola nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola sepak bola nasional.
Kali ini, mereka menggandeng Federation Internationale de Football Association (FIFA) dalam program pelatihan Manajemen Olahraga Nasional bertajuk Akademi Garuda.
Program ini dirancang untuk menciptakan tenaga profesional yang akan menjadi tulang punggung reformasi manajemen olahraga di Tanah Air.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa Program Akademi Garuda bukan bertujuan untuk melatih pemain atau pelatih, melainkan untuk membangun fondasi kuat dalam sport management di Indonesia.
"Program Akademi Garuda ini bukan buat pemain, juga bukan untuk latihan, tetapi kami ingin membangun sport management nasional," ujar Erick dikutip dari ANTARA.
Dalam tahap awal pelatihan ini, sebanyak 105 orang akan dikirim untuk mendapatkan pelatihan langsung dari FIFA.
Jumlah ini nantinya akan diseleksi menjadi 84 orang, kemudian kembali disaring menjadi 30 orang yang akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut dari Asian Football Confederation (AFC).
Dari 30 orang tersebut, akhirnya akan tersisa 10 individu terbaik yang akan menjadi pionir dalam pengelolaan sepak bola nasional.
"Ini (10 orang) menjadi cikal bakal dari sport manajemen Indonesia," tambah Erick, menegaskan betapa pentingnya program ini bagi masa depan sepak bola Tanah Air.
Selain itu, Erick juga menuturkan bahwa pihaknya telah memanggil yayasan PSSI untuk menyiapkan dana bagi mantan pemain tim nasional yang ingin mengikuti pelatihan ini.
Langkah ini dilakukan agar para mantan pemain bisa memiliki kesempatan berkarier di dunia sepak bola setelah pensiun dari lapangan hijau.
Dengan bekal pelatihan ini, diharapkan para mantan pemain dapat mengambil peran penting dalam ekosistem sepak bola, baik sebagai pelatih, manajer, maupun pemilik klub seperti yang lazim terjadi di luar negeri.
"Hal-hal ini yang kami coba eksplorasi supaya peningkatan sport management kita menjadi lebih baik," ujar Erick menutup keterangannya.
Program ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem sepak bola profesional di Indonesia, yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek tata kelola dan manajemen.
Dengan adanya dukungan dari FIFA dan AFC, harapannya sepak bola Indonesia bisa berkembang ke arah yang lebih modern, profesional, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


