PTM Terbatas Hari Kedua di SMA PGII 1 Kota Bandung, Berjalan Lancar
Hari ini merupakan PTM terbatas hari kedua di SMA PGII 1 Kota Bandung, 50 persen siswa mengikuti pelaksanaannya dengan lancar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sedari pagi, anak-anak sekolah yang ada di Kota Bandung melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Hari ini merupakan PTM terbatas kali kedua. Selain siswa, seluruh guru pun harus dicek terlebih dahulu, salah satunya dengan cek suhu tubuh.
Salah satu sekolah yang mengikuti PTM terbatas adalah SMA PGII 1 Kota Bandung. Sekolah yang berpusat di Jalan Panatayuda ini, 50 persen siswa melaksanakan PTM terbatas.
Baca Juga: SMP PGII 1 Kota Bandung Laksanakan PTM Terbatas Hanya untuk 30 Siswa
Kendati begitu, 50 persen itu tidak semuanya hadir di dalam kelas, karena izin dari orangtua siswa yang belum boleh melaksanakan PTM terbatas.
"Di kelas itu rata-rata 50 persen, jadi sekitar 14 sampai 18 orang siswa. Kalau jumlah keseluruhan siswa per kelas kan ada 35 siswa," ujar Kepala SMA PGII 1 Kota Bandung Tato Yuniarto, saat ditemui di sekolahnya, SMA PGII Kota Bandung pada Kamis, 9 September 2021.
Tato Yuniarto mengatakan, ada beberapa hal yang memang sesuai dengan instrumen-instrumen ditetapkan oleh pemerintah. Misalnya, pihak sekolah mencoba mempersiapkan secara bertahap, baik yang berhubungan dengan sarana protokol kesehatannya.
Baca Juga: Ini Materi dan Kegiatan Hari Pertama PTM Terbatas di SD Arrafi Primary School
Termasuk, juga didalamnya harus memfasilitasi sarana dan prasarana untuk meng-cover kondisi anak yang sangat dimungkinkan yang tidak diizinkan untuk bisa tatap muka atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Jadi kita memang men-setting dalam pembelajaran pun, dalam waktu yang bersamaan di sekolah tatap muka, tapi yang di rumah juga bisa PJJ. Kami mencoba meng-cover semua kondisi, bahkan terakhir juga kita mencoba untuk mendata seberapa besar antusiasme orang tua kalau ada tatap muka, data terakhir orang tua yang memang menginginkan atau mengizinkan untuk tatap muka itu di atas 80 persen, hampir 90 persen," papar Tato.
Menurut Tato, pada awal pandemi pertama, banyak siswa/orang tua siswa masih ragu untuk melaksanakan PTM terbatas, tapi seiring berjalannya waktu, pandemi sudah bisa dikendalikan, meskipun harus divaksin, terutama guru dan tenaga kependidikan.
Baca Juga: Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!
"Tapi kesini-sini di sisi lain yang memang kondisi berbagai hal sudah divaksin dan berjalan PTM terbatas ini. Dari 1.013 siswa di SMA PGII 1 Bandung, hampir sudah divaksin. Guru-guru juga sudah 100 persen divaksinasi. Di sisi lain, juga orangtua sudah jenuh dan anak-anaknya, hampir dua tahun kan PJJ ini," ucapnya.
Tato menambahkan, dari semua jenjang, kelas X, XI, XII mengikuti PTM tetbatas. Kendati begitu, masuk sekolahnya tidak bersamaan. Misal, kelas X datang pukul 06.00 WIB, 45 menit kemudian kelas XII, dan 45 menit selanjutnya kelas XIII.
"Sebenarnya yang paling susah itu mengendalikan anak ketika pulang sekolah. Kalau ketika datang kan relatif mereka datang dari tempat yang beragam, ketika pulang dilokasi yang sama, makanya kita atur ada jarak seperti itu.
Terkait pembelajaran, Tato menambahkan, belajarnya pun hanya berdurasi dua jam. Istirahat pun di dalam kelas, itupun bersama guru, sehingga anak-anak pun diminta bawa bekal dari rumah.
"Saya berharap, mudah-mudahan semester dua pada Januari 2022, bisa 100 persen masuk siswanya," pungkas Tato. (okky adiana).***
Editor : inilahkoran


