Pulang Berjuang
BAGI Luka Menalo, kekalahan di markas Persija Jakarta hanya sebuah kemunduran kecil untuk kemudian melompat lebih jauh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Muhammad Ginanjar
Sabtu (12/9) petang WIB, riuh gemuruh Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) perlahan menyusut menjadi sayup-sayup pesta di luar stadion. Di sudut lorong ruang ganti yang sunyi, Luka Menalo, penyerang sayap anyar Persib Bandung asal Bosnia-Herzegovina, berdiri dengan tatapan kosong.
Jersey birunya basah oleh keringat, dan wajahnya tak mampu menyembunyikan gurat kekecewaan yang mendalam.
Persib harus menyerah 1-2 dari rival abadinya, Persija Jakarta, lewat gol dramatis di masa injury time. Bagi Menalo, kekalahan di menit-menit akhir adalah sebilah belati yang mengiris sportivitasnya.
"Sungguh, ini hasil yang sangat sulit untuk diterima. Saya sangat kecewa hari ini dan sama sekali tidak bahagia," ucapnya lirih.
Namun di balik duka lapangan hijau tersebut, Menalo justru menunjukkan arti sejati dari seorang kesatria sepak bola.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63, Menalo sebenarnya menjadi napas baru bagi taktik pelatih Igor Tolic.
Ia mengacak-acak pertahanan Macan Kemayoran, melepaskan sundulan tajam yang ditepis heroik oleh Nadeo Argawinata, hingga sepakannya yang membentur tiang gawang.
Kegigihannya berbuah manis saat assist-nya sukses dikonversi menjadi gol penyama kedudukan oleh Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Sayang saja, dewi fortuna lebih memilih berpihak pada tuan rumah lewat gol Ivan Mamut di detik-detik akhir laga.
Alih-alih meratapi nasib atau menyalahkan keadaan, Menalo memilih berlapang dada. Dengan kedewasaan seorang profesional, ia melangkah maju memberikan ucapan selamat kepada Persija.
"Selamat untuk Persija atas kemenangannya. Pertandingan yang layak bagi mereka, mereka fokus dan siap. Kali ini mereka sedikit lebih beruntung, terutama pada akhir-akhir pertandingan," ujar Menalo dengan tegar.
Menalo memastikan perjalanan Persib di Super League 2026/2027 masih panjang. Masih terdapat 32 laga sisa sebelum menutup kompetisi.
“Musim masih sangat panjang, jadi tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Ini pertandingan yang sulit untuk dimainkan. Selamat kepada Persija,” tegasnya.
Motivasi Tinggi Sementara itu Pelatih Persib, Igor Tolic tak merasa timnya mendapatkan tekanan meski laga melawan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Sebaliknya, Igor merasa suasana tersebut bisa meningkatkan motivasi para pemainnya dalam bermain. Sayangnya, Persib harus mengalami kekalahan dari Persija dengan skor 1-2.
“Menurut saya, stadion penuh di Jakarta seharusnya menjadi sebuah inspirasi untuk bermain. Saya tidak berpikir hal itu menjadi masalah. Kami sudah terbiasa bermain dalam tekanan,” ujar Igor usai pertandingan.
Pelatih asal Kroasia ini pun memuji lapangan SUGBK yang sangat bagus. Sehingga para pemainnya bisa menampilkan yang terbaik.
“Tapi kami perlu menganalisis babak pertama dan mencari tahu mengapa kami tidak bisa bermain seperti yang kami inginkan,” tuturnya.
Secara pribadi, Igor memastikan tidak terlalu memperhatikan suporter. Namun ia tak menampik riuh Jakmania di dalam Stadion sedikit mempengaruhi para pemainnya.
“Terutama karena kami cukup sulit berkomunikasi di lapangan ketika suasananya sangat bising. Tetapi kami tetap fokus dan ingin melakukan yang terbaik,” katanya.
Pelatih berusia 48 tahun ini mengaku sudah mengatakan kepada para pemainnya untuk mengamati situasi dan berhati-hati sejak awal pertandingan.
“Kami harus sangat fokus, saling membantu, kemudian mencoba berkembang menit demi menit,” tambahnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

