Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi H-3, Garut Jadi Magnet Utama Tujuan Warga Jabar
Arus mudik Lebaran Idulfitri di Jawa Barat diprediksi Dishub akan terjadi pada H-3 atau 18 Maret
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran Idulfitri atau Rabu, 18 Maret 2026, saat jutaan warga mulai meninggalkan kota tempat tinggal mereka untuk pulang kampung.
Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar menyebutkan, sekitar 8,9 juta warga diprediksi melakukan perjalanan mudik pada hari tersebut. Secara umum, waktu keberangkatan yang paling diminati pemudik diperkirakan berlangsung setelah sahur hingga menjelang siang.
Rentang waktu pukul 04.00 hingga 10.00 diprediksi menjadi periode paling padat karena menjadi pilihan mayoritas pemudik. Pada waktu tersebut, potensi pergerakan masyarakat bahkan diperkirakan mencapai 21,68 juta orang.
Sebab itu, masyarakat diminta mempertimbangkan waktu perjalanan secara matang untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama mudik. Dishub Jabar mencatat, pergerakan kendaraan cenderung lebih rendah pada pukul 00.00 hingga 04.00 serta pukul 11.00 sampai 23.00.
Selain arus mudik, pemerintah juga memetakan potensi lonjakan pada arus balik Lebaran. Berdasarkan proyeksi Dishub Jabar, puncak arus balik diperkirakan terjadi dua kali, yakni pada H+2 Idulfitri atau Selasa, 24 Maret 2026, serta H+6 Idulfitri atau Sabtu, 28 Maret 2026.
Pada gelombang pertama arus balik, jumlah warga yang kembali ke kota diperkirakan mencapai 4,12 juta orang. Sementara pada gelombang kedua, sekitar 3,9 juta orang diprediksi kembali ke daerah domisili masing-masing.
"Waktu kepulangan pemudik diperkirakan terjadi setelah subuh menjelang siang pukul 05.00 sampai 10.00," ujar Dhani, dikutip Selasa 10 Maret 2026.
Secara keseluruhan, jumlah warga yang kembali dari kampung halaman pada periode arus balik diperkirakan mencapai 19,34 juta orang. Sementara waktu dengan pergerakan paling minim diprediksi terjadi pada pukul 23.00 hingga 00.00.
Dari sisi jalur perjalanan, ruas Tol Trans Jawa masih menjadi pilihan utama pemudik. Jalur yang mencakup ruas Jakarta-Cikampek (Japek), Cipali hingga Palikanci diperkirakan dilalui sekitar 14,18 juta orang selama periode mudik.
Selain jalur tol, kepadatan juga diperkirakan terjadi di jalur selatan Jawa Barat, terutama di lintasan Bandung-Cileunyi-Nagreg-Limbangan-Malangbong-Tasikmalaya-Ciamis hingga Banjar yang diprediksi dilintasi sekitar 2,9 juta pemudik.
Sementara itu, jalur Tol Cikampek-Cipularang-Padaleunyi diperkirakan akan menampung sekitar 1,96 juta pemudik yang menuju wilayah Bandung dan sekitarnya.
"Sebagian besar pemudik akan mudik dengan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa," ucapnya.
Dishub Jawa Barat memperkirakan total pergerakan masyarakat selama periode Idulfitri 2026 mencapai 25,6 juta orang. Dari berbagai daerah tujuan, Kabupaten Garut diprediksi menjadi lokasi yang paling banyak didatangi pemudik dengan jumlah sekitar 2,94 juta orang.
Dhani menjelaskan, mayoritas perjalanan tersebut merupakan aktivitas mudik. Dari total 25,6 juta perjalanan, sekitar 24,86 juta orang atau 96,73 persen melakukan perjalanan pulang kampung.
Sementara itu, sekitar 0,5 juta orang atau 1,9 persen melakukan perjalanan untuk tujuan wisata. Sisanya, sekitar 0,29 juta orang melakukan silaturahmi tanpa pulang kampung, sekitar 0,01 juta orang bepergian untuk bekerja, dan sekitar 0,05 juta orang melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan lainnya.
Editor : Ahmad Sayuti

