Punya Rumah Besar Jangan Harap Dapat Bansos Tahun 2022, Kemensos Pakai Teknologi Citra Satelit

Kementerian Sosial atau Kemensos menggunakan enam metoda dalam melakukan pemutakhiran data penerima bansos atau bantuan sosial.

Punya Rumah Besar Jangan Harap Dapat Bansos Tahun 2022, Kemensos Pakai Teknologi Citra Satelit
Punya Rumah Besar Jangan Harap Dapat Bansos Tahun 2022, Kemensos Pakai Teknologi Citra Satelit

INILAHKORAN, Bandung,- Kementerian Sosial atau Kemensos menggunakan enam metoda dalam melakukan pemutakhiran data penerima bansos atau bantuan sosial.

Kementerian Sosial melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara terus menerus dan sistematis setiap satu bulan sekali.

Untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan, Kemensos juga melakukan pemadanan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Baca Juga: Foto: Sidang Lanjutan Terdakwa Herry Wirawan dalam Kasus Pemerkosaan 13 Santriwati di PN Bandung

Enam metoda yang dilakukan diantaranya dari usulan daerah, melalui fitur “usul” dan “sanggah” pada aplikasi cekbansos.go.id, dari data bencana, hasil pengecekan lapangan berdasarkan berita media, hasil verifikasi pejuang muda, dan hasil dari geo-tagging data spasial dari citra satelit.

“Kami juga menggunakan teknologi geo-tagging data spasial dari citra satelit. Dengan teknologi tersebut memungkinkan diketahui kondisi rumah. Di daerah dimana citra satelit kurang memadai, kami dibantu oleh pejuang muda yang juga melakukan tagging. Dengan mendatangi dan memotret rumah,” kata Mensos dalam jumpa pers di Kantor Kemensos 19 November 2021 lalu.

Baca Juga: Herry Wirawan Jalani Persidangan Tertutup, 2 Saksi Dihadirkan

Mensos menekankan, dengan teknologi geo-tagging data spasial dari citra satelit, dapat difoto tampak depan dari rumah penerima bantuan.

Bila diketahui luas rumah hingga 100 m2, diyakini mereka merupakan kelompok keluarga mampu. “Penerapan teknologi geo-tagging ini untuk sementara masih berjalan di wilayah perkotaan,” kata Mensos.

Hasil geo-tagging tempat tinggal penerima bantuan tersebut, Risma menjelaskan bahwa terdapat data 31.624 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Cari Lowongan Kerja di Luar Negeri? Calon Pekerja Migran Asal Jabar Bisa Akses JMSC

“Dari data tersebut, ASN yang aktif sebanyak 28.965 orang. Mereka tersebar di 511 kota/kabupaten di 34 provinsi,” kata Mensos.

Ia menekankan, data tersebut sudah merupakan hasil konsinyering dengan Badan Kepagawaian Negara (BKN). “Ketemu data 311.122. Profesi mereka bermacam-macam. Ada yang dosen, ASN, tenaga medis, dan sebagainya. Mereka tinggal di jalan-jalan utama kota,” katanya.

Kemensos akan berkoordinasi dan menyerahkan hasil geo-tagging tersebut kepada pemerintah daerah."Supaya dilakukan verifikasi ulang oleh daerah," kata Mensos.***


Editor : inilahkoran