Ratusan Kelompok Warga Jakarta Bergerak Menanam Pangan Bersama

Sebanyak 562 kelompok tani urban di Jakarta mengikuti Gerakan Tanam Raya Bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong urban farming.

Ratusan Kelompok Warga Jakarta Bergerak Menanam Pangan Bersama
Gerakan Tanam Raya Bersama melibatkan 562 kelompok warga untuk memperkuat ketahanan pangan dan lingkungan perkotaan. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat program pertanian perkotaan (urban farming) sebagai upaya membangun ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Raya Bersama Jakarta yang digelar berkolaborasi antara Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kegiatan ini mencapai puncaknya pada Jumat (19/6/2026) dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Panen Raya Serentak DKI Jakarta yang melibatkan ratusan kelompok tani urban di lima wilayah kota administrasi.

Dalam program tersebut, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) atau Cap Panah Merah kembali berpartisipasi dengan menyediakan benih hortikultura unggul, edukasi budidaya, serta pendampingan teknis bagi masyarakat.

Dukungan ini bertujuan mendorong warga memanfaatkan lahan yang tersedia, sekecil apa pun, menjadi sumber pangan keluarga yang produktif.

Sepanjang 2026, Gerakan Tanam Raya Bersama dilaksanakan secara bertahap di lima wilayah kota administrasi dengan komoditas yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Jakarta Selatan mengawali program pada Februari dengan penanaman Labu Madu F1. Selanjutnya Jakarta Pusat menanam Tomat Martha F1, Jakarta Utara menanam Semangka Palguna F1, Jakarta Timur menanam Jagung Manis Bonanza MB F1, dan Jakarta Barat menutup rangkaian kegiatan pada 19 Juni dengan Labu Madu F1 serta Melon Kuning Alisha F1.

Sebelum penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan edukasi mengenai teknik budidaya yang baik, pemanfaatan lahan terbatas, serta penggunaan benih berkualitas.

Pendampingan kemudian dilakukan secara berkala hingga masa panen melalui monitoring di 42 kecamatan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal.

Vice President Director PT East West Seed Indonesia, Isak Heryawan, mengatakan keterlibatan Ewindo merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai inisiatif yang mendekatkan masyarakat dengan dunia pertanian.

“Urban farming bukan hanya tentang menanam pangan, tetapi juga membangun kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujar Isak.

Bagi Jakarta, pertanian perkotaan tidak hanya menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari strategi menghadapi dampak perubahan iklim.

Kebun-kebun yang tumbuh di pekarangan rumah, RPTRA, gang hijau, hingga atap bangunan dinilai mampu menambah ruang hijau produktif, memperbaiki kualitas udara, serta memperpendek rantai distribusi pangan.

Semangat ketahanan pangan dimulai dari ketahanan lingkungan menjadi landasan penting dalam pengembangan urban farming.

Semakin banyak ruang yang dimanfaatkan untuk menanam, semakin besar pula kontribusinya terhadap terciptanya lingkungan yang sehat dan kota yang lebih tangguh menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun terus meningkat. Pada 2026, sebanyak 562 kelompok tani urban berpartisipasi dalam Gerakan Tanam Raya Bersama Jakarta.

Jumlah tersebut terdiri atas 177 kelompok di Jakarta Selatan, 148 kelompok di Jakarta Timur, 127 kelompok di Jakarta Barat, 58 kelompok di Jakarta Utara, dan 52 kelompok di Jakarta Pusat.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra diharapkan terus memperkuat budaya menanam sebagai gerakan bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. ***


Editor : Gin gin T Ginulur