Ratusan Polisi RW Disebar, Dari Nangkap Penjahat Hingga Antar ke Rumah Sakit Jadi Tugas Mereka
Tujuan polisi RW ini membangun kerukunan dan menyelesaikan masalah sehari-hari di masyarakat, bahkan siap mengantarkan warga ke rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ratusan anggota polisi disebar di seluruh RW di wilayah Kota Bogor untuk bertugas menjadi polisi RW.
Tujuan polisi RW ini membangun kerukunan dan menyelesaikan masalah sehari-hari di masyarakat, bahkan siap mengantarkan warga ke rumah sakit.
Selain itu, polisi RW bisa sebagai basis deteksi dini, basis informasi, sehingga jika ada permasalahan bisa langsung diinformasikan untuk bisa dilakukan penanganan awal dan pencegahan.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menuturkan, pihaknya kembali mengaktifkan polisi RW karena banyaknya permintaan dari masyarakat, total ada 591 personel polisi RW yang kembali bertugas. Seperti diketahui polisi RW ini diluncurkan tahun 2021 lalu, dengan total 619 personel kepolisian di 797 RW. Pertama kali diluncurkan program ini, bertujuan untuk menekan lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.
"Pengaktifan kembali polisi RW ini karena saat melakukan program Jumat Curhat di wilayah, saya banyak menerima permintaan masyarakat agar polisi RW diadakan lagi. Karena itu, saya menurunkan personel sebanyak 591 polisi RW yang disebar di 576 RW SeKota Bogor," ungkap Bismo pada Selasa 11 Aprl 2023.
"Filosofinya adalah polisi RW bisa berkolaborasi bersama, duduk bersama dan peduli bersama terhadap berbagai fenomena masalah sosial yang dirasakan langsung masyarakat," tambah Bismo.
Bismo melanjutkan, jadi polisi RW akan berkolaborasi dengan Ketua RW, Lurah, LPM, Babinsa dan Babinkamtibmas. Sebagai bagian dari hidup bertetangga, membangun kerukunan dan menyelesaikan masalah sehari-hari. polisi RW juga bisa sebagai basis deteksi dini, basis informasi, sehingga jika ada permasalahan bisa langsung diinformasikan untuk bisa dilakukan penanganan awal dan pencegahan.
"Kan setiap fenomena itu ada gejala-gejala, nah gejala ini jangan sampai kami tidak lakukan penanganan sehingga nantinya menjadi melebar. Dengan gejala kecil polisi RW bisa menjadi radar informasi sehingga kami bisa lakukan penanganan lebih awal," terang Bismo.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, dengan adanya polisi RW dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat di lingkungan. Pasalnya, memang tugas pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada warga, rasa aman itu bukan saja di jalur protokol dan di pusat kota, tapi langsung di rumah dan lingkungan mereka.
"Warga harus bisa diberikan rasa aman itu dikesehariannya. Selain itu, polisi RW juga dapat membantu hal kecil yang dibutuhkan masyarakat di lingkungannya. Hal kecil itu seperti saat warga butuh diantar ke rumah sakit, saat terjadi kecelakaan dan bisa juga jika ada sedikit persoalan dirumah yang tidak mampu diatasi, polisi RW bisa juga hadir membantu," ungkap Bima.
Bima membeberkan, dirinya meminta agar polisi RW bersinergi dengan aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Selain itu, dirinya juga meminta para Lurah untuk memonitor RW-RW agar dapat bersinergi dengan polisi RW.
"Kami akan evaluasi di lapangan seperti apa, saya juga akan blusukan, akan sidak untuk mengecek mereka, kami pastikan mereka standby di posisinya masing-masing, artinya selalu ada dalam radius yang terjangkau oleh warga jangan sampai kosong sama sekali," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti


