Dugaan Pungli ke Para Calon Kepsek SMP di Kab Cirebon, Dewan: Lapor Polisi Biar Tak Gaduh!

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon meminta dugaan pungli terhadap para calon Kepsek dilaporkan ke polisi.

Dugaan Pungli ke Para Calon Kepsek SMP di Kab Cirebon, Dewan: Lapor Polisi Biar Tak Gaduh!
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina.

INILAHKORAN, Cirebon - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina meminta kasus dugaan pungli untuk Calon Kepala Sekolah (Cakep) SMP, dilaporkan ke polisi.

Menurutnya, justru yang menghembuskan isu pertama kali tersebut, seharusnya segera membuat laporan resmi. Hal itu untuk mencegah kegaduhan dan membuka tabir yang selama ini terus menerus berhembus.

"Jangan beraninya hanya mengeluh saja di media. Ketika sudah menjadi konsumsi publik akhirnya timbul kegaduhan. Jadinya semua pihak saling beropini dan saling mencurigai. Kalau memang benar, kenapa tidak lapor polisi saja," kata Siska, Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Sejumlah Calon Kepala Sekolah SMP Kabupaten Cirebon Dimintai 'Setoran', Kadisdik Bilang Begini

Menurut Siska, justru dengan kondisi seperti ini makin muncul masalah. Hal itu karena tidak jelas, siapa yang dituduh termasuk sebutan orang kuat diluar Pemkab Cirebon. Tapi kalau memang benar, alangkah memalukannya. Bagaimana Cakep bisa mengatur sekolah nanti, ketika awalnya saja harus keluar suap ratusan juta.

"Ini persoalan bukan sepele, tapi persoalan serius. Kalau memang benar, sangat memalukan dunia pendidikan. Saya meminta, segera lapor polisi disertai bukti dan fakta yang kuat. Kalau hanya membuat opini, ya tidak etislah karena ini akan mencoreng citra pendidikan di Kabupaten Cirebon," jelasnya.

Ketika ditanya, apakah komisi IV akan memanggil Disdik terkait masalah ini, menurutnya bisa saja. Asalkan, pihak yang dirugikan membuat surat permohonan audensi kepada komisi IV. Justru dengan begitu, besar kemungkinan persoalan sebenarnya akan terungkap.

Baca Juga: Heboh Bupati Cirebon Penuhi Panggilan KPK, Begini Penjelasan Pemkab

"Ini persoalan tiap tahun sebetulnya. Muncul isu, tapi tiba-tiba hilang. Saya juga penasaran, tingkat kebenarannya ada dimana. Karena ini bukan persoalan main-main. Harus dibuka, siapa oknum yang bermain dibalik semua ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan yang belum lama ini ditunjuk secara the facto, Aceng Sudarman, enggan berkomentar banyak. Alasannya, walaupun sudah ditunjuk sebagai ketua Dewan Pendidikan, namun belum bisa berbuat banyak. Alasannya, dewan pendidikan belum bisa dilantik karena menunggu SK bupati.

"Saya no coment dulu mas untuk persoalan ini. Saya kan belum punya kekuatan hukum, karena belum dilantik bupati. Nantilah kalau sudah dilantik," elaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah Calon Kepala sekolah (Cakep) SMP di Kabupaten Cirebon mengaku diminta setoran oleh orang kuat di luar orang pemerintahan. Mereka kabarnya dihubungi setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Komunikasipun, dilakukan lewat SMS.

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Garut Tersisa 62 dari 24.628 Kasus Positif

Sumber inipun mengakui, mereka diminta menyetor sejumlah uang dengan nilai yang sudah ditentukan. Mereka diduga meminta dengan nilai puluhan sampai ratusan juta.

Orang kuat yang disebut bukan dari lingkungan Pemkab Cirebon itu, memberikan janji manis. Katanya, mereka nanti akan ditempatkan di beberapa sekolah yang dianggap favorit.(maman suharman)


Editor : inilahkoran