Kreatif dan Unik! Warga Cirebon Ini Jualan Kopi Keliling Pakai Vespa Antik

Yudi Catur, Warga Perumnas Kota Cirebon berjualan kopi dengan cara berkeliling menggunakan vespa antik miliknya.

Kreatif dan Unik! Warga Cirebon Ini Jualan Kopi Keliling Pakai Vespa Antik
Yudi Catur berjualan kopi keliling dengan menggunakan Vespa antik miliknya.

INILAH, Cirebon - Pola jualan yang dilakukan Yudi Catur, Warga Perumnas Kota Cirebon, terbilang unik. Dia berjualan kopi dengan cara berkeliling menggunakan vespa antik.

Mungkin tidak aneh kalau menggunakan kendaraan roda empat. Namun, Yudi memilih untuk berjualan kopi menggunakan motor vespa antik, keluaran tahun 70-an.

Tentu, Yudi menambah box di bagian jok belakang yang tidak begitu besar. Tapi, cukup untuk menyimpan kopi dan alat alat sederhana. Pada bagian depan, dia juga menambahkan box tempat menyimpan es batu.

"Untuk sementara saya menyiapkan menu es kopi susu aren. Bahan bakunya hanya racikan kopi, cangkir plastik serta beberapa bahan penunjang pembuatan es kopi susu aren," kata Yudi, Minggu (26/9/2021).

Dalam sehari aku Yudi, dia sanggup menjual antara 40 sampai 50 cup gelas plastik ukuran standar. Harga satu cupnya hanya Rp12 ribu saja. Namun peminatnya cukup banyak dan sebagian besar dari kalangan anak-anak muda.

Baca Juga: Polisi: Angling Dharma Bukan Kerajaan tapi Memang Sering Bantu Warga

"Saya mulai jualan sore sampai malam hari. Lumayanlah, dan sebagian besar pembelinya dari kalangan anak-anak muda," aku Yudi.

Sementara bahan-bahan yang digunakan juga cukup sederhana, namun rasanya tidak bisa dipandang sebelah mata. Gula aren, krim, susu dan kopi adalah bahan andalah yang diracik Yudi diatas vespa klasik miliknya. Menurut pengakuannya, untuk Kota Cirebon, mungkin dirinya sebagai pelopor penjual es kopi susu yang menggunakan vespa.

"Kata temen-teman saya belum ada yang jualan kopi di Kota Cirebon menggunakan motor, apalagi ini motor vespa. Saya sering dibawa touring komunitas Vespa, ya sambil jualan kopi. Kadang kalau touring persiana bahan baku dan cup nya kita banyakin. Lumayan lah, mereka bilang rasanya enak," jelas Yudi.

Yudi menggunakan penjualan sistim jemput bola. Setiap sore, dia berkeliling mencari pusat pusat keramaian. Misalnya di area alun-alun kejaksan, wilayah kraton atau pusat-pusat keramaian lainnya. Namun sering juga dia mendatangi tempat-tempat wisata alam. Tentu, peralatan tambahan berupa karpet dan tenda, selalu dia bawa.

Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Guntur Ditemukan

"Kalau ke lokasi wisata alam, saya selalu bawa tenda lipat. Kan bisa bongkar pasang. Justru banyak wisatawan yang tertarik. Kadang mereka ngopi di dalam tenda. Tapi banyak juga yang lesehan. Saya kan bawa karpet. Tenda juga pakainya tenda lipat. Saya selesai jualan sampai jam 10 malam," paparnya.

Rencananya, Yudi akan menambah kopi hitam panas. Saat ini, dirinya sedang merancang supaya vespa antiknya bisa membawa berbagai peralatan. Tentu, dengan penambahan menu kopi panas, maka box yang harus dia pasang harus diperbesar, tanpa merusak citra antik vespa miliknya.

Baca Juga: Suntik 2.000 Orang per Hari, Pemkab Garut Resmi Lanjutkan Sentra Vaksinasi Covid-19

"Penghasilan dari es kopi susu juga lumayanlah. Rencana penambahan menu kopi panas juga karena banyak permintaan. Biasanya dari kalangan bapa-bapa. Mereka minta kopi tubruk atau vietnam drif. Banyak juga yang minta kopi V60," tukasnya. (maman suharman)

 


Editor : inilahkoran