450 Warga 15 Desa di Kabupaten Cirebon Dilatih Literasi Digital
Sebanyak 450 warga Kabupaten Cirebon yang ada di 15 desa dilatih literasi digital. Mereka dipandu 45 orang yang dibentuk Kemkominfo.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Sebanyak 450 warga Kabupaten Cirebon yang ada di 15 desa dilatih literasi digital. Mereka dipandu 45 orang yang dibentuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Kegiatan tersebut sebagai salah satu peran pandu digital untuk berperan dalam literasi masyarakat terkait platform digital.
Ketua Relawan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Cirebon Ahmad Rofahan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Kemkominfo ini telah didukung RTIK Kabupaten Cirebon, RTIK Kota Cirebon, Lembaga Ta'lif WaNasr (LTN NU) PCNU Kabupaten Cirebon, serta IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Menkominfo: Kemajuan Teknologi Beriringan dengan Literasi Digital
Rofahan juga menjelaskan, narasumber dalam kegiatan ini semuanya merupakan pandu digital dengan badge merah, yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Kementerian Kominfo. Sedangkan pesertanya, merupakan perangkat desa, remaja dan masyarakat umum.
"Kegiatan ini, merupakan salah satu bukti dari peran pandu digital di Cirebon," kata Rofahan, Jumat 1 Oktober 2021.
Menurutnya, ada 450 peserta dengan 45 narasumber dan moderator yang terlibat dalam kegiatan ini. Harapannya, kegiatan ini bisa meliterasi masyarakat, sehingga bisa memanfaatkan platform digital dengan sebaik mungkin.
Baca Juga: Literasi Digital Kunci Utama Wujudkan Masyarakat Digital
Karena menurut Rofahan, pemanfaatan platform digital terasebut, selain bisa sebagai ajang promosi dan edukasi, bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan sebuah wilayah.
"Banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan adanya perkembangan teknologi ini," ungkapnya.
Sementara itu, Asda Bagian Umum Ronianto menyebutkan kegiatan kolaborasi multistakeholder tersebut, Pemberdayaan Pandu Digital yang secara langsung mengedukasi masyarakat desa dinilai dapat meningkatkan kemampuan SDM.
“Ini sejalan dengan program Kabupaten Cirebon menuju Smart City, transformasi digital di semua sektor layanan public dan desa digital," ungkap Ronianto.
Baca Juga: Kominfo: Literasi Digital di Indonesia Layaknya Dua Mata Pisau
Hal senada dikatakan Misbach Fauzi, Kepala Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung. Dia menilai apa yang dilakukan Pandu Digital tepat sasaran. Sebab pandemi memaksa masyarakat untuk meningkatkan skill digital
"Masyarakat harus menggunakan Zoom dan berbagai Aplikasi lainnya untuk melalukan aktivitas di tengah banyaknya pembatasan" jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Dirjen Aplikasi Kemkominfo Bonifasius Wahyu Pudijanto menjelaskan pandu digital menjadi bagian penting bagi masyarakat, turut meminimalisir kesenjangan literasi digital dan mendorong Indonesia Makin Cakap Digital.
“Pandu Digital melakukan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat pada lima sektor yaitu, UMKM, Pendidikan, Desa, Wisata, Petani dan Nelayan. Selamat berkarya untuk seluruh rekan Pandu Digital Cirebon,” paparnya.
Baca Juga: Kominfo Dorong Pemda Adakan Literasi Digital
Seperti diketahui, Program Pemberdayaan Pandu Digital Cirebon ini digelar serentak di 15 desa. Ke-15 desa tersebut yakni Desa Kalikoa Kecamatan Kedawung, Desa Cipeujeuh Kulon Kecamatan Lemahabang, Desa Munjul dan Mertapada Wetan Kecamatan Astanajapura, Desa Tegalgubug Lor Kecamatan Arjawinangun, Desa Bangodua Kecamatan Klangenan.
Selanjutnya, Desa Losari Lor Kecamatan Losari, Desa Kedondong Kecamatan Susukan, Desa Ciledug Kulon Kecamatan Ciledug, Desa Pangenan Kecamatan Pangenan, Desa Gebang Udik Kecamatan Gebang, Desa Pamijahan Kecamatan Plumbon, Desa Dukupuntang Kecamatan Dukupuntang, Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan, dan Desa Karangmalang Kecamatan Karangsembung. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


