Di Pesantren Buntet Kabupaten Cirebon, SRO Pasar Modal Dukung 4.000 Vaksin Covid-19

Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal melanjutkan vaksinasi Covid-19 di Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon.

Di Pesantren Buntet Kabupaten Cirebon, SRO Pasar Modal Dukung 4.000 Vaksin Covid-19
SRO pasar modal melanjutkan vaksinasi Covid-19 di Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon.

INILAHKORAN, Bandung - Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal melanjutkan vaksinasi Covid-19 di Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon.

Kali ini, lembaga yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendirikan sentra vaksinasi di GOR Mbah Muqoyim Pesantren Buntet.

Kepala Kantor BEI Jabar Barat Reza Sadat Shahmeini mengatakan, vaksinasi tersebut merupakan tahap kedua dari dosis pertama yang dilaksanakan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Kepesantrenan dengan jenis Sinovac.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, BEI Resmikan GI ke-38 di Jabar

“Target sasaran vaksinasi Covid-19 kedua ini yaitu 3.000 santri Pondok Pesantren Buntet dan 1.000 masyarakat Kabupaten Cirebon. Tidak harus ber-KTP Kabupaten Cirebon, semua santri dan masyarakat ber e-KTP akan mendapatkan pelayanan,” kata Reza Sadat Shahmeini, belum lama ini.

Menurutnya, pandemi Covid-19 membawa dampak besar pada sektor ekonomi di Indonesia. Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia kembali tumbuh akibat hantaman pandemi.

Reza Sadat Shahmeini mengakui, vaksinasi itu diperlukan agar masyarakat memiliki herd immunity. Jika semakin banyak masyarakat memiliki imunitas yang baik, maka diharapkan geliat roda perekonomian dalam negeri dapat semakin tumbuh.

Baca Juga: Per Agustus 2021, Pasar Modal Indonesia Cetak 1 Juta SID Saham Baru

Berdasarkan data resmi, Kabupaten Cirebon menempati urutan ke-25 dari 27 kabupaten/kota di Jabar dengan pencapaian vaksinasi yang masih rendah. Hal itu menjadi pertimbangan pihaknya menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai lokasi vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon M Fredly Nasution menuturkan sinergi berbagai stakeholder dibutuhkan untuk membentuk herd immunity dan upaya pemulihan ekonomi. Sehingga semua pihak harus bahu-membahu dalam melakukan vaksinasi di masyarakat.

Sejauh ini, dia menyebutkan dari total target 10 juta vaksin yang digalakan OJK sebanyak 400 ribu vaksin tersalurkan di Jabar. Dari total tersebut, 30 ribu diantaranya tersalurkan untuk masyarakat Cirebon.

Baca Juga: SRO: Pendapatan Transaksi Pasar Modal 9 Agustus untuk Penanggulangan Covid-19

“Kunci sukses untuk menurunkan level Covid-19 adalah semua pihak turut serta berperan aktif dalam melakukan vaksinasi ini, sehingga pemulihan ekonomi pun akan tercapai,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pesantren Buntet KH Salman Al-Farisi menjelaskan saat ini Pesantren Buntet memiliki kurang lebih 7.000 santri yang terbagi dalam 63 asrama. Namun, dengan adanya kerja sama berbagai pihak dan kegiatan vaksinasi tidak ditemukan kasus yang mengkhawatirkan.***(doni ramdhani)


Editor : inilahkoran