Komisi IV Desak Dinkes Kabupaten Cirebon Selesaikan Dugaan Pemotongan Honor Covid-19 Nakes
DPRD Kabupaten Cirebon mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon segera menyelesaikan masalah pemotongan honor Covid-19 para Nakes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - DPRD Kabupaten Cirebon mendesak segera menyelesaikan terkait dugaan pemotongan honor tenaga kesehatan (Nakes).
Sebelumnya para Nakes di Kabupate Cirebon mengadu ke DPRD jika honor Covid-19 yang mereka terima hanya Rp300 ribu dari total Rp1,4 juta.
"Dinkes harus secepatnya menindak lanjuti kasus ini. Memang ini waktu periode Kadinkes yang lama. Tapi saat rapat kerja terakhir dengan kami data yang disodorkan Dinkes sudah valid," kata anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang juga anggota komisi IV, Yoga Setiawan, Minggu 16 Desember 2022.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Segera Lantik Ratusan ASN Fungsional
Validasi data dari Dinkes saat itu lanjut Yoga, berupa nominal transfer dari pusat untuk honor tenaga Nakes. Dinkes saat itu, juga menyodorkan data valid, yaitu transfer dana dari pusat langsung transfer lagi kepada seluruh Nakes.
"Justru setelah saya teliti, masalah muncul dari bawah. Tingkatan Dinkes sudah selesai. Saya menduga, masalah malah ada di semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon. Ini kan Nakes yang disetiap Puskesmas," ungkap Yoga
Asumsi tersebut kata Yoga, karena dirinya justru mendapatkan informasi yang cukup mencengangkan. Diduga, setelah semua Nakes mendapatkan honor, uang tersebut diminta untuk diambil dan dikumpulkan kembali. Ini kuat dugaan terjadi disemua Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.
"Nah kalau sudah begini, Dinkes dong yang harusnya bergerak. Infonya ada juga yang menyebutkan, honor tersebut malah dibagi rata dengan ASN, mungkin yang ada di setiap puskesmas. Padahal ini hak Nakes saat mereka menangani covid-19," jelas Yoga.
Baca Juga: Minim Armada, DLH Kabupaten Cirebon Kewalahan Angkut Sampah
Yoga menyebutkan, dari berbagai macam info yang masuk, dirinya menduga ada permainan Kepala Puskesmas (Kapus) dalam persoalan ini. Meskipun dirinya belum mengetahui sampai sejauh mana kebenarannya, namun dari alur anggaran memang mengerucut ke arah sana.
"Wajar saya berasumsi seperti itu. Kan sudah ada contoh di Puskesmas daerah Sedong. Disana honor Nakes malah dibagi rata dengan ASN Puskesmas yang sama sekali tidak terlibat menangani masalah Covid," paparnya.
Yoga menambahkan, persoalan sebetulnya mulai terang benderang manakala beberapa waktu lalu, Kapus Kaliwedi dipanggil Dinkes. Persoalannya memang seputar dugaan pemotongan honor Nakes. Hal itu menandakan sebetulnya Dinkes serius menyikapi tekanan komisi IV, supaya persoalan ini mendapatkan benang merahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para Nakes di Kabupaten Cirebon mengeluh. Sebab, mereka hanya menerima honor Rp300 ribu dari yang seharusnya didapat sebesar Rp 1,4 juta. Diduga ada pemotongan honor dari oknum sebesar Rp 1,1 juta. Saat ini, Nakes masih menunggu tindakan apa yang akan diambil oleh Bupati Cirebon, Imron. Bupati sendiri, sampai saat ini masih meminta Dinkes untuk mengumpulkan data se valid mungkin. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


