Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Melejit di Ciayumajakuning, DPRD Kabupaten Cirebon Ungkap Penyebabnya

DPRD Kabupaten Cirebon ungkap penyebab lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram di Ciayumajakuning. Ternyata...

Harga Gas Elpiji 3 Kilogram Melejit di Ciayumajakuning, DPRD Kabupaten Cirebon Ungkap Penyebabnya
Harga gas elpiji di wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon melonjak drastis.

INILAHKORAN, Bandung- Terjadi kenaikan harga gas elpijo 3 kilogram di area Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon. Ternyata pemicunya...

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, M Ridwan menilai kenaikan harga gas 3 kilogram di Ciayumajakuning memang terjadi selama pandemi Covid 19.

M Ridwan menjelaskan, gas elpiji 3 kilogram melambung tinggi harganya lantaran pembengkakan biaya operasional.

Baca Juga: Kronologi Sesama Napi Adu Jotos di Lapas Sukamiskin, Nama Setya Novanto Disebut-sebut...

"Isunya karena ada pembengkak biaya operasional. Lah ini kan elpiji bersubsidi, ngapain harus bicara untung rugi. Harusnya pemerintah sudah siap mengcover pengendalian subsudi itu," ungkap M Ridwan kepada InilahKoran Rabu 2 Maret 2022.

Ridwan menilai, kenaikan yang cukup signifikan menurutnya dinilai tidak wajar. Dia kembali menyebutkan, masalah subsidi yang sudah diterapkan untuk gas elpiji 3 kilogram.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah menjaga subsidi tersebut dan tidak ada bahasa kenaikan harga. Sementara pihak dewan sendiri, sampai saat ini sama sekali tidak dilibatkan dalam urusan tersebut.

Baca Juga: David da Silva Pede Tatap 6 Laga 'Final' Persib untuk Juara Liga 1 Indonesia

"Kami ini tidak pernah dilibatkan dalam urusan ini. Komisi II minimal diajak koordinasi. Jadi aneh kalau tiba-tiba Pertamina, Hiswana Migas dan Pemda menaikan harga gas elpiji, yang memang sejak awal disebut gas elpiji bersubsidi," kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, sampai saat ini dirinya belum mengerti, apa sebetulnya yang mendasari Pertamina menyetujui Hiswana Migas menaikan harga tersebut.

Dengan HET agen menjual kepangkalan sebesar Rp16 ribu, lalu agen menjual ke pengecer Rp19 ribu, merupakan kenaikan yang cukup besar.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Rose BLACKPINK, Skateboard Jadi Hobi Barunya Saat Ini

"Bisa dibayangkan, dulu saja sebelum ada kenaikan masyarakat beli di pengecer ada yang sampai Rp20 ribu. Bagaimana sekarang pengecer menjual ke warga. Tidak mungkinlan dengan harga yang sama seperti dulu. Pasti ada kenaikan," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Cirebon, diam-diam sudah membuat Keputusan Bupati terkait kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram.

Malahan surat keputusan bupati tersebut sudah dibuat dan ditandatangani tahun 2021 lalu. Hal itu tertuang dalam SK Bupati dengan nomor 504.243/Kep.371 -Rek dan 9DA/2021.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 2 Maret 2022: Katrin Pesimis dengan Pernikahannya, Rendy Hanya Bisa Pasrah?

Isi SK tersebut berkaitan dengan penetapan harga eceran tertinggi (HET) LiouefiedI Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram, untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro di Kabupaten Cirebon.

Tercatat, HET yang ditetapkan dalam SK tersebut adalah Rp 16 ribu yang harus dijual agen ke pangkalan pangkalan. Lalu dari pangkalan ke pengecer, ditetapkan harga sebesar Rp19 ribu. Meskipun SK sudah ditadatangani tahun lalu, namun Pemkab Cirebon baru memberlakukan SK tersebut, per 1 Maret tahun ini. HET dalam SK bupati Cirebon ini, juga diberlakukan sama se wilayah Ciayumajakuning.***(maman suharman)

 


Editor : inilahkoran