Hujan Lokal Disertai Angin Kencang Berpotensi Melanda Cirebon Hingga Akhir Maret
BPBD Kabupaten Cirebon mewaspadai potensi hujan lokal disertai angin kencang meskipun tidak menimbulkan angin puting beliung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Cuaca ekstrem sudah berlalu, puncaknya sudah terjadi hingga 26 Februari 2022 kemarin. Saat ini, kondisi cuaca sedang masa transisi dari angin barat ke angin timur, sehingga hujan pun masih terjadi secara lokal alias tidak merata.
Demikian dikatakan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Juwanda. Menurutnya, hujan lokal yang terjadi saat ini masih disertai dengan angin kencang.
Diprediksi, hujan lokal disertai angin kencang masih terjadi hingga akhir bulan Maret nanti. Namun angin kencang tersebut hanya berputar dari pantai dan tidak sampai ke daratan.
Baca Juga: Bukan Janji, Ini Komitmen Ridwan Kamil Hapus Praktik Korupsi di Jawa Barat
"Sekarang hujan lokal, angin kencang masih ada tapi sekitaran saja. Misalnya datang dari pantai terus muter ke wilayah-wilayah tapi tidak sampai masuk ke darat," ungkap Juwanda, Kamis 10 Maret 2022.
Dirinya menjelaskan, munculnya angin kencang pada hujan lokal tersebut tidak berpotensi turbulensi yang mengakibatkan terjadinya angin puting beliung. Hal itu berbeda dengan kondisi angin kencang yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya, yakni Januari tahun lalu sampai Februari tahun ini.
"Hujan lokal diperkirakan sampai akhir maret masih ada. Ini sesuai yang disampaikan BMKG. Tapi hanya ada angin kencang dan tidak berpotensi terjadi angin puting beliung. Jadi hanya hujan lebat disertai petir saja," kata Juwanda.
Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Disertai Es Bikin Pohon Tumbang yang Menimpa Dua Rumah di Kabupaten Bandung
Namun lanjutnya, masa transisi cuaca ini pertanda datangnya musim kemarau pada bulan April nanti. Kendati sesekali masih terjadi hujan, namun kondisinya tidak seintensif hujan yang terjadi pada bulan Maret hingga Februari kebelakang. Pihaknya juga tetap mewaspadai terjadinya bencana banjir seperti yang terjadi belum lama ini.
"Walaupun banjir yang terjadi kemarin meluas di wilayah Kabupaten Cirebon, tapi hanya wilayah tertentu saja yang menjadi langganan banjir. Seperti wilayah timur, tengah dan barat Kabupaten Cirebon. Hal itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi terjadi merata," ucapnya.
Juwanda menambahkan, hujan disertai angin kencang yang terjadi pada bulan April nanti, akan berdampak pada tanaman padi yang sudah menguning. Kondisi tanaman padi diperkirakan akan banyak yang roboh dan akan sangat merugikan petani. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


