Revitalisasi Danau Lido Berkelanjutan, C-Care Lido Perkuat Kolaborasi Multipihak

Upaya revitalisasi Danau Lido didorong masuk ke tahap penguatan kebijakan melalui pendekatan kolaboratif berbasis sains. 

Revitalisasi Danau Lido Berkelanjutan, C-Care Lido Perkuat Kolaborasi Multipihak
Program Bhumi Pasa Hijau-Danone Indonesia dijalankan bersama Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB Univertiy. Kolaborasi tersebut mengusung C-Care Lido untuk revitalisasi Danau Lido. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Upaya revitalisasi Danau Lido didorong masuk ke tahap penguatan kebijakan melalui pendekatan kolaboratif berbasis sains. 

Program Bhumi Pasa Hijau-Danone Indonesia dijalankan bersama Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB Univertiy. Kolaborasi tersebut mengusung C-Care Lido untuk revitalisasi Danau Lido. 

Dekan FPIK IPB University Fredinan Yulianda menegaskan, pengelolaan dan revitalisasi Danau Lido tidak dapat dilepaskan dari kerangka kebijakan publik yang jelas dan terkoordinasi. 
Meskipun Danau Lido merupakan danau buatan peninggalan era kolonial, perannya kini sangat strategis sebagai penyangga ekosistem, sumber penghidupan dan ruang pembelajaran.

"Danau Lido adalah sumber kehidupan. Air menjadi fondasi bagi kehidupan, pangan, dan kesejahteraan manusia. Karena itu, pengelolaannya harus berbasis sains dan didukung tata kelola yang bijak serta berkelanjutan," ungkap Fredinan, Jumat 30 Januari 2026.

Dia memaparkan, forum ini menghasilkan tiga arah kebijakan utama yakni penguatan dan sinkronisasi kebijakan pengelolaan Danau Lido secara terpadu, pembentukan kelembagaan lintas sektor melalui forum komunikasi multipihak, serta pengembangan skema pendanaan yang terencana, transparan, dan berkelanjutan. 

"Melalui kegiatan ini, para pihak menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Danau Lido sebagai model pengelolaan danau berbasis kolaborasi, sains, dan kebijakan publik yang terintegrasi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bhumi Pasa Hijau Hariadi Propantoko menyampaikan revitalisasi Danau Lido merupakan proses jangka panjang yang menuntut keselarasan antara sains, masyarakat dan kebijakan.  

"Pendekatan sektoral tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas tekanan terhadap Danau Lido. Danau adalah ruang hidup bersama. Tanpa kerangka kolaborasi dan kebijakan yang terintegrasi, upaya pemulihan akan berjalan parsial dan sulit berkelanjutan," terang Hariadi.


Editor : Doni Ramdhani