Revitalisasi SMK Kejar Standar Industri

Perubahan teknologi bergerak cepat, sementara dunia pendidikan dituntut untuk terus mengejar.

Revitalisasi SMK Kejar Standar Industri

INILAH, Jakarta - Perubahan teknologi bergerak cepat, sementara dunia pendidikan dituntut untuk terus mengejar. Melalui revitalisasi SMK, pemerintah berupaya menghadirkan ruang praktik yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini.

Langkah itu dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui kegiatan benchmarking ke industri dan SMK di Kota Batam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat pemulihan sarana dan prasarana SMK di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Selain memperbaiki fasilitas yang rusak, pemerintah ingin memastikan sarana pembelajaran yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, perubahan teknologi menuntut sekolah untuk terus melakukan pembaruan. Ruang praktik di SMK harus mampu mengikuti perkembangan industri agar lulusan tidak tertinggal ketika memasuki dunia kerja.

“Jangan sampai siswa kita belajar menggunakan teknologi masa lalu, lalu diminta bekerja di industri masa depan. Kesenjangan ini yang harus kita pangkas melalui revitalisasi, baik sarana dan prasarana maupun sistem pembelajaran yang semakin tepat sasaran,” kata Tatang, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (26/7).

Melalui kunjungan langsung ke mitra industri, para kepala sekolah diharapkan dapat melihat bagaimana teknologi dan sistem kerja diterapkan di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menata kembali ruang praktik di sekolah agar lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Bagi SMK, ruang praktik menjadi jantung pembelajaran. Di tempat itulah siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah keterampilan melalui peralatan yang mendekati kondisi dunia kerja sebenarnya.

Tatang juga mengingatkan agar pengelolaan sekolah dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Tata kelola yang baik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan SMK.

“Mari kita buktikan, SMK Indonesia tidak sekadar mengikuti perkembangan industri, tetapi mampu tumbuh bersama industri dan melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memenangkan masa depan,” ujar Tatang. (gin)


Editor : Inilahkoran