Revitalisasi Tambak Pantura Dimulai 2027, Dedi Klaim Serap 132 Ribu Tenaga Kerja

Pemprov Jabar mendukung penuh program revitalisasi tambak Pantura yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Revitalisasi Tambak Pantura Dimulai 2027, Dedi Klaim Serap 132 Ribu Tenaga Kerja
Program strategis nasional revitalisasi tambak Pantura itu diproyeksikan menjadi motor kebangkitan ekonomi pesisir di empat daerah yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Indramayu. (antara)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar mendukung penuh program revitalisasi tambak Pantura yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Program strategis nasional revitalisasi tambak Pantura itu diproyeksikan menjadi motor kebangkitan ekonomi pesisir di empat daerah yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Indramayu.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut, revitalisasi tambak Pantura sebagai kabar menggembirakan bagi masyarakat pantai utara (Pantura) Jabar. Terlebih, ribuan hektare tambak yang selama ini mangkrak dan tergerus abrasi akan kembali difungsikan secara produktif.

“Ini adalah hal yang menggembirakan bagi warga Pantura, karena kedepan Kementerian Kelautan akan melakukan revitalisasi terhadap tambak-tambak terlantar yang selama ini justru menjadi daerah yang seringkali terkena oleh abrasi,” ujar Dedi, dikutip Senin 23 Februari 2026.

Program ini kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Operasional tahap I dijadwalkan mulai 2027, berlanjut 2028, dan tuntas pada tahap III di 2029.

Menurut Dedi, dampaknya bukan hanya pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja skala besar.

“Akan ada ratusan ribu tenaga kerja yang terserap. Yang kedua, akan ada produktivitas perikanan yang tinggi. Yang ketiga akan terserap lapangan kerja yang cukup,” ucapnya.

Dia optimistis, ekonomi kawasan pesisir akan terdongkrak signifikan. Dukungan itu telah ia sampaikan langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat pertemuan pekan lalu.

“Pemerintah provinsi berkomitmen menunjang infrastrukturnya agar Pantura nanti Istimewa,” ucapnya.

Sementara tu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Rinny Cempaka mengungkapkan kesepakatan program telah diteken sejak 25 Juni 2025. Saat ini, Pemprov Jabar bersama empat kabupaten/kota tengah menyiapkan tahapan administratif dan teknis.

Langkah yang dilakukan meliputi sosialisasi Kepmenhut 736 Tahun 2025, pelaksanaan tata batas persetujuan pelepasan kawasan hutan, penyusunan AMDAL empat kabupaten, pengajuan sertipikat Hak Pakai ke ATR/BPN, serta penyusunan basic design.

“Konstruksi Tahap I akan dimulai di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Rinny memaparkan, sebelum revitalisasi tambak Pantura dilakukan kondisi tambak di Pantura Jabar sangat memprihatinkan. 

Tercatat 78.550 hektare tambak udang tidak produktif akibat tata kelola yang buruk, banjir rob dan abrasi, pendangkalan saluran, serangan penyakit ikan, hingga pencemaran.

Secara keseluruhan, kebutuhan tenaga kerja dari sektor hulu, on farm, hilir hingga konstruksi diperkirakan mencapai 132.056 orang.

“Total kebutuhan tenaga kerja dari hulu, on farm, hilir dan konstruksi mencapai 132.056 orang,” katanya.

Adapun luas kawasan hutan yang dilepas untuk mendukung program ini di Pantura Jabar mencapai kurang lebih 14 ribu hektare. Rinciannya, Kabupaten Bekasi 4.158 hektare, Kabupaten Karawang 6.209 hektare, Kabupaten Subang 1.461 hektare, dan Kabupaten Indramayu 2.261 hektare.

Dengan skema revitalisasi terintegrasi dan dukungan lintas kementerian serta pemerintah daerah, proyek tambak Pantura Jabar diproyeksikan menjadi episentrum baru produksi perikanan budidaya nasional sekaligus penggerak ekonomi pesisir dalam tiga tahun ke depan.


Editor : Doni Ramdhani