Ribuan Bangunan Rusak dan 83 Orang Luka-luka, Terdampak Gempa Tektonik Sesar Garsela

Ribuan bangunan rusak dan 83 orang luka-luka, terdampak gempa tektonik Sesar Garsela berkekuatan 5.3 magnitudo di Kabupaten Bandung, Rabu 18 September 2024 kemarin

Ribuan Bangunan Rusak dan 83 Orang Luka-luka, Terdampak Gempa Tektonik Sesar Garsela
Syamsuddin Nasoetion

INILAHKORAN, Bandung - Ribuan bangunan rusak dan 83 orang luka-luka, terdampak gempa tektonik Sesar Garsela berkekuatan 5.3 magnitudo di Kabupaten Bandung, Rabu 18 September 2024 kemarin.

Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, sebanyak 4.638 rumah, gedung, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum terdampak, imbas gempa yang terjadi di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut tersebut.

"Dengan rincian di Kabupaten Bandung 532, Kabupaten Bandung Barat satu, Kabupaten Purwakarta satu. Rusak sedang total 479, Kabupaten Bandung 475 dan Kabupaten Bogor satu," ujar Hadi melalui keterangan resmi, Kamis 19 September 2024.

Sementara rumah dengan rusak ringan total 1.015, dengan rincian Kabupaten Bandung 1.013, Kabupaten Bandung Barat, dua. Sementara, rumah terdampak rusak total 2.458 dengan rincian Kabupaten Bandung 1.263, Kabupaten Garut 1.195.

Selain itu, fasilitas kesehatan terdampak di Kabupaten Bandung ada delapan. Sementara, fasilitas pendidikan ada 52 terdampak, rinciannya; Kabupaten Bandung 31, Kabupaten Garut 20.

"Sedangkan, tempat Ibadah terdampak total 75 dengan rincian di Kabupaten Bandung 55 dan Kabupaten Garut 20. Fasilitas Umum dan Bangunan ada 20 terdampak di Kabupaten Bandung," terangnya.

Hadi menambahkan, peristiwa gempa bumi ini sendiri turut membuat 5.413 KK yang terdampak dengan 21.709 jiwa, dan rinciannya, Kabupaten Bandung, 5.409 KK, 21.696 jiwa. Selanjutnya, Bandung Barat dua KK delapan Jiwa. Kabupaten Purwakarta satu KK dua Jiwa, Kabupaten Bogor, satu KK tiga Jiwa. 

"Sementara pengungsi ada sebanyak 710 jiwa. Luka-luka ada 83 orang, Kabupaten Bandung 78 orang, Garut 5 orang, meninggal satu orang. Adapun taksiran kerugian Rp385 Miliar," kata dia. 

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung BMKG, Teguh Rahayu mengatakan, aktivitas gempa bumi yang terjadi sejak Rabu (18/9/2024) pukul 09:41 WIB itu masih terus terjadi hingga hari ini.

"Jumlah gempa susulan ada 27 event, update 19 September, pukul 06.00 WIB," kata Ayu.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono mengatakan, gempa bumi beruntun ini terjadi karena aktivitas dari Sesar Garut Selatan (Garsela). 

"gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas  Sesar Garsela. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," kata Daryono. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti