Ridwan Kamil Bakal Putuskan Langkah Politiknya Juni Nanti

Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil mengaku, baru akan memutuskan langkah karir politiknya pada Juni nanti.

Ridwan Kamil Bakal Putuskan Langkah Politiknya Juni Nanti

INILAHKORAN, Bandung - Mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil mengaku, baru akan memutuskan langkah karir politiknya pada Juni nanti.

Opsi PIlgub DKI Jakarta dan Jawa Barat lanjut Emil, sapaan Ridwan Kamil masih paling realistis. Kendati saat ini dirinya enggan memutuskan lebih awal.

Walaupun secara pribadi, Emil mengaku cenderung ingin kembali ke Jawa Barat. Bertarung sebagai petahana, melanjutkan program untuk periode kedua.

"Nanti Juni saya putuskan. Sama, hati tetap berat ke Jabar, tapi saya tidak menutup kemungkinan Jakarta keputusan akhirnya mungkin di Juni sesuai survei," ujar Emil usai menghadiri buka bersama, sekaligus pembubaran TKD 02 Prabowo-Gibran di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu 23 Maret 2024.

Saat ini, Emil mengaku tengah menyiapkan diri untuk meningkatkan elektabilitasnya sampai Juni mendatang. Sehingga kata dia, dengan siapapun diduetkan diharapkan chemistry telah terbangun.

"Pencoblosan (Pilkada) kan November, mulai kampanye September, pendaftaran Agustus, perjodohan di Juli, PDKT di Juni gitu. Dari sini sampai ke Juni tingkatkan elektabilitas supaya pas PDKT dengan siapapun nyambung," tuturnya.

Sejauh ini kata Emil, belum ada yang melakukan pendekatan pada dirinya. Termasuk dari partai-partai pengusung Prabowo-Gibran. Meski beberapa waktu lalu Prabowo juga mengindikasikan koalisi pilpres tersebut dilanjutkan sampai ke Pilkada.

"Belum ada yang mendekati, di TKD juga belum ada pembicaraan Pilkada. Ini masih jauh, kalau boleh tensinya turun dulu gitu, karena masih jauh," ungkapnya.

Mengenai potensi kelanjutan koalisi di Pilkada, Emil mengatakan hal tersebut ideal karena hubungan antar pimpinan partai telah terbentuk, ekosistem juga telah terbangun, walaupun selalu ada dinamika yang terjadi.

"Memang idealnya begitu, walau tidak sematematis itu. Kalau ternyata kesempatan pilkadanya juga ada pasangan yang kuat dan menjanjikan dalam koalisi 02 tentunya menjadi pilihan utama. Walaupun dari pengalaman koalisi pusat dengan daerah tidak selalu sebangun karena Pilkada kan figur. Nah figurnya kadang-kadang datang dari partai-partai yang bukan koalisi tapi kalau bisa dari koalisi itu tentunya lebih baik," pungkasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti