Ridwan Kamil Lantik Tiga JPT di Lingkungan Pemprov Jabar

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil melantik tiga jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, dalam lingkungan pemerintah provinsi di Gedung Sate, Senin (24/10/2022).

Ridwan Kamil Lantik Tiga JPT di Lingkungan Pemprov Jabar
Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil melantik tiga jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, dalam lingkungan pemerintah provinsi di Gedung Sate, Senin (24/10/2022)./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung – Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil melantik tiga jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, dalam lingkungan pemerintah provinsi di Gedung Sate, Senin (24/10/2022).

Ketiga posisi jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) yang dijabat oleh Dodit Ardian Pancapana, Indra Maha dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadisperkim), serta Yuke Mauliani Septina menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat.

Emil –sapaan Ridwan Kamil meyakini, ketiga figur tersebut adalah sosok terbaik yang mampu memberikan perubahan sesuai kebutuhan. Dia pun meminta ketiganya agar cepat beradaptasi dalam lingkungan kerja baru, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap dinas yang dipimpinnya.

“Saya percaya, saudara-saudari dapat melakukan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang diberikan. Ketiga sosok ini adalah yang terbaik, dilantik sebagai pimpinan tinggi. Saya titip kepada yang dilantik untuk memperlihatkan kinerja dengan inovasi dan terobosan. Semua yang kita lakukan hari ini semata-mata rotasi, mutasi yang sudah menjadi kebutuhan organisasi,” ujarnya.

“Kunci pertama adalah cepat beradaptasi di lingkungan baru, cepat melakukan pekerjaan sesuai jabatan. Kita berharap, dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas maka kinerja di masing-masing unit akan berjalan baik,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Emil turut menitip amanat kepada masing-masing pejabat yang baru saja dilantik, tak lain tujuannya adalah demi meningkatkan kesejahteran masyarakat Jawa Barat. Seperti meminta Kadishut menjalankan sila kelima dari Pancasila, maksimalkan potensi pariwisata hutan dan mengakselerasi penuntasan lahan kritis.

“Dinas Kehutanan saya titip, agar sila kelima diperjuangkan melalui data. Daerah mana yang hutannya belum menghasilkan ekonomi kerakyatan, agar dimaksimalkan karena hutan ada dua fungsi. Ekologis dan eknomis. Maksimalkan potensi pariwisata, sehingga bisa menghasilkan ekonomi tanpa mengubah struktur ekologi dari hutan,” ucapnya.

“Meningkatkan fungsi hijau di lahan kritis, khususnya di jabatan saya yang akan berakhir dalam satu tahun. Saya ingin dihitung dengan cermat, sehingga tidak ada lagi lahan kritis di Jabar. Dulu kita canangkan gerakan menanam 50 juta pohon, mungkin sekarang tolong dihitung berapa puluh juga pohon yang bisa kita tanam sehingga tidak lagi terjadi kegundulan dan menjadi warisan kepemimpinan kami. Tidak ada lagi lahan kritis, karena memang dimaksimalkan penghijauan kolaborasi pentahelix,” tambah Emil.

Emil juga mendorong agar Kadisperkim untuk fokus meningkatkan kualitas dari program rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan dapat bergerak dinamis, sesuai dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat. Serta mendata ulang akan indeks sanitasi masyarakat, yang masih butuh perhatian lebih lanjut untuk ditingkatkan.

“Disperkim, tolong fokus pada pembangunan peningkatan kualitas rutilahu. Lanjutkan membantu masyarakat melalui rutilahu. Ini ada juga sifatnya yang terjadwal, ada juga yang dadakan hadir dalam laporan gubernur. Kita harus bisa menghadirkan sebuah sistem untuk merespon dengan cepat. Penataan di bidang sanitasi, tolong di cek indeks sanitasi daerah mana yang masih kurang. Sehingga jangan sampai ada kegiatan yang belum maksimal,” kata Emil.

Sedangkan kepada Kepala Biro Ekonomi Setda Jabar teranyar, Emil mendesak untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi ekonomi jelang isu resesi global yang diperkirakan akan terjadi pada 2023 mendatang. Dia berharap, dengan kondisi Jawa Barat saat ini dapat bertahan terhadap situasi terburuk apapun di tahun depan.

“Biro ekonomi tolong lakukan general check up terhadap kondisi ekonomi, menghadapi resesi 2023. Saya butuh analisa. Apakah tahun depan Jawa Barat akan selamat, repot, krisis, tolong analisis gejalanya dan hitung tantangan yang datang dari dunia global di tahun depan. Mudah-mudahan kita masih terang benderang. Kita melakukan persiapan untuk memastikan, tahun depan kita tidak boleh resesi. Diluar itu, tetap jadi pemimpin teladan, merangkul, mengedukasi,” tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana