Rincian Skor Tertinggi, Rata-Rata, dan Terendah UTBK SNBT 2025: Lebih dari 253 Ribu Calon Mahasiswa Dinyatakan Lulus

Sebanyak 253.421 calon mahasiswa telah resmi dinyatakan lulus dalam seleksi UTBK SNBT 2025, sebagaimana diumumkan oleh Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Ratusan ribu peserta ini berhasil melewati tes tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk ke 145 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Rincian Skor Tertinggi, Rata-Rata, dan Terendah UTBK SNBT 2025: Lebih dari 253 Ribu Calon Mahasiswa Dinyatakan Lulus
Rincian Skor Tertinggi, Rata-Rata, dan Terendah UTBK SNBT 2025: Lebih dari 253 Ribu Calon Mahasiswa Dinyatakan Lulus

INILAHKORAN, Bandung – Sebanyak 253.421 calon Mahasiswa telah resmi dinyatakan lulus dalam seleksi UTBK SNBT 2025, sebagaimana diumumkan oleh Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Ratusan ribu peserta ini berhasil melewati tes tulis berbasis komputer (UTBK) untuk masuk ke 145 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Pengumuman kelulusan ini disampaikan secara resmi dalam konferensi pers oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, pada Rabu, 28 Mei 2025, melalui kanal YouTube resmi SNPMB ID.

Dalam keterangannya, Prof. Eduart Wolok membeberkan rincian nilai yang diraih para peserta UTBK SNBT 2025, baik dari jenjang S1, D4, maupun D3.

“Kemudian nilai rata-rata berada di angka 545,78, dan nilai terendah di skor 200,00,” ungkap Eduart seperti dikutip ari RRI.co.id.

Untuk peserta program diploma, berikut rincian skor berdasarkan jenjang:

Jenjang D4 (Sarjana Terapan):

  • Skor Tertinggi: 774,38
  • Skor Rata-Rata: 541,47
  • Skor Terendah: 284,16

Jenjang D3 (Diploma):

  • Skor Tertinggi: 731,21
  • Skor Rata-Rata: 529,29
  • Skor Terendah: 293,92

Meskipun banyak peserta ingin mengetahui peringkat secara nasional, panitia menegaskan bahwa peringkat individu tidak akan diumumkan.

“Peserta yang lolos itu berdasarkan 30 persen peserta. Dengan nilai tertinggi di masing-masing program studi,” tambahnya.

Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan seleksi lebih adil dan mempertimbangkan karakteristik khusus dari setiap program studi (prodi). Dengan demikian, peluang diterima di PTN tidak semata bergantung pada skor tinggi saja, tetapi juga pada kompetisi di prodi yang dipilih.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan