Ringankan Beban Perekonomian Keluarga, Siswa SMKN 1 Cimahi ini Nyambi jadi Ojol Usai Pulang Sekolah
Profesi yang dijalaninya itu tak serta-merta membuat dirinya minder dengan teman-teman sebayanya lebih memilih untuk berfoya-foya, nongkrong hingga menghisap rokok dari uang hasil jerih payah orang tua mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Bagi sebagian besar generasi z (Gen Z) memilih untuk bekerja sampingan merupakan hal yang banyak dihindari. Bahkan, dianggap gengsi untuk dilakukan.
Kebanyakan lebih memilih untuk terlihat laiknya orang berada, padahal orang tua mereka harus bersusah payah dan banting tulang agar anak-anaknya bisa terus bersekolah dengan harapan bisa mendapatkan nasib yang lebih baik di masa depan.
Berbeda dengan Muhammad Nur Huda (19), siswa kelas XI TOI B SMKN 1 Cimahi ini lebih memilih menjadi pengemudi ojek online (ojol) untuk membantu perekonomian keluarganya.
Profesi yang dijalaninya itu tak serta-merta membuat dirinya minder dengan teman-teman sebayanya lebih memilih untuk berfoya-foya, nongkrong hingga menghisap rokok dari uang hasil jerih payah orang tua mereka.
Pengalamannya yang sempat putus sekolah di jenjang sekolah dasar menjadi motivasi bagi Huda untuk terus mengenyam bangku pendidikan tanpa harus membebani orang tuanya.
"Saya enggak ingin orang tua terbebani. Jadi, saya lebih baik bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan sendiri," kata Huda kepada wartawan belum lama ini.
Usai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya, Huda pun bergegas mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian ojolnya.
Alhasil, Huda kini sudah tak bergantung kepada orang tuanya baik untuk kebutuhan sekolah maupun kebutuhan sehari-hari dirinya.
"Saya termotivasi untuk terus bekerja, sehingga tidak mengandalkan biaya dari orang tuanya," ujarnya.
Huda mengaku, dirinya tidak malu menjalani profesinya. Dia lebih memilih bekerja ketimbang nongkrong seperti kebanyakan anak-anak seusianya.
“Alhamdulillah, saya juga mendapat bantuan dari sekolah dan pemerintah, seperti bantuan PIP,” ujarnya.
Kendati profesi ojol yang dijalaninya kerap membuatnya mengantuk saat di sekolah. Sebab, dia menjadi ojol hingga malam hari.
"Kalau di sekolah saya suka ngantuk karena ngojeknya sampai malam. Tapi, alhamdulillah saya engga pernah bolos sekolah," sambungnya.
Huda pun mengungkapkan alasan dirinya kerap mengantuk di sekolah dan dia pun bersyukur wali kelasnya memahami kondisi tersebut.
“Saya pernah curhat ke wali kelas, dan alhamdulillah beliau mengerti keadaan saya,” ungkapnya.
Tak cuma itu, Huda pun merasakan suka duka menjadi pengemudi ojol. Mulai dari rasa senangnya bertemu dengan banyak orang baru hingga kekhawatiran akan keselamatannya saat bekerja di malam hari.
"Kendala ada aja, khawatir kalau lagi bawa penumpang saat cuaca buruk. Takutnya celaka atau dibegal," ucapnya.
Meski begitu, anak pertama dari dua bersaudara ini pun tetap gigih untuk berusaha dan bertekad, serta berharap bisa membanggakan orang tuanya.
"Duka nya itu kalau malah hari sih, saya kadang takut karena pernah kecelakaan juga, takut begal, dan sebagainya. Tapi saya bakal menjalaninya karena saya bertekad untuk membanggakan orang tua," tandasnya.
Semangat dan tekad Huda tersebut dipahami wali kelasnya, Lintang Sulistyorini. Dia mengaku terharu dan bangga dengan perjuangan anak didiknya itu.
“Di usia yang seharusnya fokus belajar, dia sudah harus menunjukkan kedewasaan dengan bekerja lebih awal,” kata Lintang.
Sebagai wali kelas, Lintang terus memberikan dukungan meskipun Huda telah memilih jalannya sendiri, namun tetap mengingatkan agar fokus pada pendidikan.
“Huda tidak pernah absen, tidak bolos, dan selalu mengikuti pelajaran. Teman-temannya juga mendukungnya, tidak ada yang membuli,” sebutnya.
Setiap hari, sambung Lintang, dirinya terus mengingatkan Huda untuk tetap menjaga semangat dan tidak melupakan kewajibannya untuk menuntaskan pendidikan hingga lulus.
“Semoga fisik dan mentalnya selalu kuat, karena dia berjuang sendiri demi keluarga dan masa depannya,” pesan Lintang.
Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Cimahi, Erwin, mengungkapkan bahwa meski sibuk dengan pekerjaan sampingan sebagai driver ojol, Huda tetap berhasil mempertahankan prestasi baik di sekolah dan tidak pernah bolos, kecuali jika sakit.
"Berdasarkan laporan wali kelas, prestasinya sangat baik dan kehadirannya pun luar biasa, tak ada yang absen kecuali karena alasan kesehatan," jelas Erwin.
Erwin menambahkan, Huda memiliki tekad untuk membuktikan kemampuannya kepada teman-teman dan guru, bukan karena ketidakmampuan, melainkan untuk membuktikan bahwa dia bisa bekerja keras membantu ekonomi keluarga.
"Huda hanya ingin membuktikan dirinya bisa mandiri," sambungnya.
Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cimahi, Agus Priyatmono Nugroho mengapresiasi dan memuji tekad mandiri Huda yang memilih bekerja sebagai ojol untuk membantu membiayai sekolah dan keluarganya.
"Huda punya semangat kewirausahaan yang patut dicontoh oleh siswa lainnya," kata Agus.
Huda mengaku, pihak sekolah mendukung penuh usaha Huda untuk membantu orang tua.
Agus berharap, Huda dapat menjadi contoh sukses bagi siswa lainnya dan mengingatkan bahwa kunjungan industri yang tidak wajib hanya untuk memperkenalkan siswa pada dunia industri.
Terkait bantuan biaya, Agus menegaskan bahwa meskipun pihak sekolah siap membantu. Namun, Huda memilih untuk mandiri dan tidak ingin bergantung pada bantuan.
"Huda ingin hasil dari usaha sendiri," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
