Gerhana Bulan Sebagian di Indonesia 19 November 2021, Jangan Lupa Amalkan Anjuran Rasulullah ini

Gerhana bulan sebagian bisa disaksikan di beberapa wilayah Indonesia. Jangan lupa amalkan anjuran dari Rasulullah ketika menyaksikannya.

Gerhana Bulan Sebagian di Indonesia 19 November 2021, Jangan Lupa Amalkan Anjuran Rasulullah ini
Rasulullah mengajarkan satu amalan ketika menyaksikan fenomena alam termasuk gerhana bulan sebagian.

INILAHKORAN, Bandung- Gerhana bulan sebagian dapat diamati di sejumlah wilayah Indonesia pada 19 November 2021. Ada amalan khusus dari Rasulullah.

Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang memastikan sebagian wilayah di Indonesia bisa mengalami gerhana bulan.

"Puncaknya akan terjadi pada 19 November 2021 pukul 16.02 WIB," kata Andi Pangerang dalam keterangannya di Instagram Lapan BRIN.

Baca Juga: Gerhana Bulan jadi Daya Tarik Pengunjung Wisata Lembang

Pengertian gerhana bulan sebagian, adalah kondisi di mana sebagian permukaan bulan tertutupi bayangan atau umbra bumi.

Apa yang harus dilakukan sebagai seorang muslim ketika menyaksikan gerhana bulan?

Dari al-Mughiroh bin Syubah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

"Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdoalah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir)." (HR. Bukhari 1043 dan Muslim 2147)

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan jadi Pemandangan Indah di Tengah Cuaca Mendukung

Ustaz Ammi nur Baits dikutip konsultasisyariah.com menganjurkan siapapun yang melihat gerhana agar menghadirkan perasaan takut kepada Allah Ta'ala.

Bukan sebatas semangat untuk mengabadikannya dalam kamera. Karena gerhana bulan bukan semata fenomena alam.

Para ulama meyakini gerhana bulan adalah tanda kekuasaan Sang Pencipta agar kita semakin takut kepada-Nya.

Sikap semacam inilah yang terjadi pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau melihat fenomena alam, termasuk gerhana bulan sebagian.

Baca Juga: Anjuran Menghadirkan Perasaan Takut pada Allah Saat Terjadi Gerhana

Aisyah menceritakan, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila melihat mendung di ufuk langit, maka beliau meninggalkan aktivitasnya, meskipun dalam keadaan shalat, kemudian menghadap kepadanya. Apabila Allah menyingkapnya, maka beliau memuji-Nya dan apabila turun hujan, beliau berdoa, Ya Allah jadikanlah hujan ini adalah hujan yang bermanfaat." (HR. Bukhari Adabul mufrad)

Mengapa Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketakutan? Karena beliau khawatir, jangan-jangan, mendung gelap itu adalah mukadimah adzab, seperti yang terjadi pada kaum Ad.

Aisyah radhiyallahu anha menceritakan, Apabila Rasulullah melihat mendung gelap atau angin ribut, kelihatan perasaan takut di wajah beliau.

Saya bertanya, "Ya Rasulullah, banyak orang ketika melihat mendung, mereka senang, berharap sebentar lagi turun hujan. Sementara anda, ketika melihat mendung, nampak di wajah anda suasana tidak nyaman."

Baca Juga: Gerhana Matahari Kuasa Allah, Maka Bertakbirlah

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Wahai Aisyah, saya khawatir, mendung ini membawa adzab, yang dulu ada orang diadzab dengan angin kencang. Kaum itu ketika melihat mendung berisi adzab, mereka mengatakan, "Awan ini akan menurunkan hujan untuk kami." (HR. Bukhari 4829).***


Editor : inilahkoran