Sholat Subuh Kesiangan? Begini Hukum dan Tata Cara Qodho Sesuai Anjuran Rasulullah

Pernah sholat subuh kesiangan? Simak, hukum dan tata cara qodho sesuai syariat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Sholat Subuh Kesiangan? Begini Hukum dan Tata Cara Qodho Sesuai Anjuran Rasulullah
Simak tata cara qodho ketika kesiangan sholat subuh berdasarkan hadist dari Rasulullah.

INILAHKORAN, Bandung- Pernah sholat subuh kesiangan? Simak, hukum dan tata cara qodho sesuai syariat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pertanyaan yang paling sering muncul di benak seseorang yang kesiangan sholat subuh, adalah bolehkah meng-qodho andai matahari sudah terbit tinggi?

Ustaz Ammi nur Baits dikutip konsultasisyariah.com menjelaskan terkait qodho sholat subuh berikut ini:

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Selasa 3 Januari 2022, Dibantu Papa Surya, Al Selamatkan Rumah Tangganya dengan Andin

Bagi orang yang ketiduran, sehingga tidak sempat melaksanakan shalat, dia bisa melaksanakan shalat ketika bangun. Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ نَامَ عَنْ صَلاَةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

“Barang siapa yang tertidur sehingga terlewat waktu shalat atau kelupaan maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat, dan tidak ada kafarah (pengganti) selain itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Persib vs Persita, Cek Jadwal BRI Liga 1 Pekan 18 Mulai Rabu 5 Januari 2021

Disebutkan dalam hadis yang lain bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan suatu perjalanan bersama para shahabat. Di malam harinya, mereka singgah di sebuah tempat untuk beristirahat.

Beliau menugaskan Bilal agar berjaga dan membangunkan beliau. Namun, semua tertidur lelap dan baru bangun ketika matahari sudah terbit. Setelah mereka bangun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk pindah dari tempat tersebut.

Baca Juga: Timnas Indonesia Tumpul di Piala AFF 2020, Shin Tae Yong Langsung Cari Striker, Dedik Setiawan Out?

Kemudian, beliau berwudhu dan beliau memerintahkan agar azan dikumandangkan. Lalu, beliau melaksanakan shalat qabliyah subuh, kemudian beliau perintahkan agar seseorang beriqamah, dan beliau melaksanakan shalat subuh berjemaah. (H.R. Abu Daud dan An-Nasa’i; dinilai sahih oleh Al-Albani). Allahu 'alam.***


Editor : inilahkoran