Ini Dzikir yang Bisa Dibaca Wanita Haid di Bulan Ramadhan, Buya Yahya: Bisa Mendapat Pahala Utuh
Ustadz Buya Yahya menjelaskan dzikir-dzikir apa saja yang bisa dibaca saat wanita haid, termasuk saat di bulan Ramadhan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ustadz Buya Yahya menjelaskan dzikir-dzikir apa saja yang bisa dibaca saat wanita haid, termasuk saat di bulan Ramadhan.
Buya Yahya menyampaikan bahwa membaca dzikir saat sedang haid tidak ada larangannya, hanya ada beberapa kebaikan yang dilarang saat keadaan haid.
"Bagi wanita yang dalam keadaan haid boleh melakukan segala kebaikan kecuali yang dilarang, tidak boleh sholat, tidak boleh puasa, tidak boleh baca alquran, dzikir boleh tidak boleh diam di dalam masjid, tidak boleh tawaf, tidak boleh membawa al quran dan menyentuhnya," ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah, Minggu 13 Februari 2022.
Baca Juga: Diduga Jalani Ritual Perguruan, 23 Warga Jember Terseret Ombak Pantai Payangan
Dzikir yang dibaca pun bebas, termasuk kalimat dzikir yang diambil dari Al-Quran.
"Dzikir sehari-hari bebas dibaca, bahkan yang anda dapatkan dari guru anda baca terus jangan berhenti membaca dzikir," kata Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyampaikan meski dalam keadaan haid, wanita harus tetap menjaga kesuciannya. Salah satunya dengan tetap berdzikir.
"Wanita itu meski dalam keadaan haid tetap dianjurkan bangun malam, sebagai wanita sholehah, yang lain sholat anda berdzikir, seandainya dia haid dia tetap mendapatkan pahala utuh," ucap Buya Yahya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat: Utamakan Orang Ini Sebelum Berbagai Kepada Orang Lain, Supaya Selamat Hidupmu!
Selain dzikir, membaca Asmaul Husna bisa menjadi amalan yang bisa dilakukan saat wanita dalam keadaan haid.
"Anda boleh membaca sholawat sebanyak-banyaknya, baca Asmaul Husna juga boleh. Bahkan sebelum tidur tetap dianjurkan membaca Al falaq An naas dan ayat kursi untuk menjaga diri anda biarpun dalam keadaan haid," kata Buya Yahya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menekankan waktu berdzikir sama dengan waktu sholat yang dilakukan saat dalam keadaan suci.
"Jika dalam keadaan suci bangun tengah malam selama satu jam bangunlah satu jam untuk berdzikir, waktu dhuha tetap berdzikir," tuturnya.***
Editor : inilahkoran


