Manusia di Dunia Ibarat Casing Handphone, Ustadz Khalid Basalamah: Apalagi yang Mau Disombongkan?

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan pengertian istilah manusia di dunia seperti casing handphone. Simak penjelasannya ini:

Manusia di Dunia Ibarat Casing Handphone, Ustadz Khalid Basalamah: Apalagi yang Mau Disombongkan?
Ustaz Khalid Basalamah menyebut manusia di dunia ibarat casing handphone.

INILAHKORAN, Bandung- Ustadz Khalid Basalamah menyebut manusia di dunia ibarat casing handphone. Apa maksudnya?

Ungkapan manusia di dunia ibarat casing handphone, dipaparkan Ustadz Khalid Basalamah dalam kanal Youtube Khalid Basalamah Official.

Pengertian manusia di dunua ibarat casing handphone, menurut Ustadz Khalid Basalamah terkait betapa kecil dan tidak berharganya manusia di hadapan Allah Ta'ala.

Baca Juga: Besok! Herry Wirawan Jalani Sidang Vonis, Sang Predator Seks Dihukum Mati?

Ustadz Khalid menjelaskan, Allah SWT sangat membenci manusia yang terlena hingga menjadi sombong karena merasa sudah sempurna secara fisik dan materinya.

“Ibaratnya begitu, apalagi yang mau disombongkan? Semua derajatnya sama di hadapan Allah,” jelas Ustadz Khalid Basalamah.

Seperti handphone kita yang sering berganti casing, manusia juga sama seperti itu. Tidak selamanya berada diatas dan merasa sempurna.

Baca Juga: Khasiat Air Kelapa di Tengah Lonjakan Varian Omicron, Dr Rita Ramayulis Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Suatu saat casing-nya berganti menjadi penderitaan karena sudah rusak imannya.

“Semua kesempurnaan juga hanya milik Allah, manusia tidak berhak sombong,” lanjutnya.

Jika Allah sedang memberikan kita casing dengan paras dan tubuh kita yang sempurna itu sebagai cobaan dengan tidak merendahkan orang lain.

Baca Juga: Stray Kidz Siap Comeback Maret Mendatang dengan Merilis Trailer 'ODDINARY'

Nabi Muhammad SAW mengingatkan tidak akan mencium bau surga siapa yang dalam hatinya ada seperti biji sawi dari kesombongan.

Allah berikan harta dengan yang tidak diberikan harta, beda casing saja. Tidak ada penilaian khusus dariNya.

Bahkan kita temukan orang yang tidak diberikan harta oleh Allah malah lebih bahagia hidupnya dibandingkan dengan yang diberi harta.

Baca Juga: Sinopsis Film Automata: Kisah Para Robot Jadi Ancaman Manusia

Islam mengajarkan kita tidak boleh terpengaruh dengan casing manusia.

"Ketika diberi kenikmatan disitu pula Allah ingin melihat apakah kita amanah dengan kenikmatan tersebut dan memenuhi semua hak-Nya," pungkas Ustadz***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran