Begini Hukum Membeli Baju Lebaran, Buya Yahya: Hati-Hati Bisa Jadi Haram!

Menutup bulan suci Ramadhan dengan sibuk berbelanja baju lebaran itu sudah menjadi kebiasaan umat muslim di Indonesia.

Begini Hukum Membeli Baju Lebaran, Buya Yahya: Hati-Hati Bisa Jadi Haram!
Begini Hukum Membeli Baju Lebaran, Buya Yahya: Hati-Hati Bisa Jadi Haram!

INILAHKORAN, Bandung- Menutup bulan suci Ramadhan dengan sibuk berbelanja baju lebaran itu sudah menjadi kebiasaan umat muslim di Indonesia.

Tapi sebenarnya apa Begini Hukum Membeli Baju Lebaran dalam Islam?

Buya Yahya dalam Al-Bahjah TV menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi mubah atau boleh jika dimaksudkan untuk niat yang baik pula.

Karena ada hadist yang diriwayatkan Bukhori mengatakan bahwa Umar Bin Khattab sengaja membeli baju baru diakhir Ramadhan untuk dikenakan di Idul Fitri.

Baca Juga: Tips Lolos Pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler Tahun 2022, Simak Persyaratan Umumnya!

“Artinya sudah menjadi sunnah, maka kita juga boleh meniru hal tersebut,” jelas Buya Yahya.

Baju yang dibeli Umar Bin Khattab berupa jubah atau kain yang ia gunakan saat lebaran.

Lalu Rasulullah SAW juga menyarankan umatnya untuk membeli baju baru yang bisa digunakan untuk menyambut tamu saat lebaran.

Namun tetap yang namanya sunnah jika dikerjakan mendapat pahala, jika tidak pun maka jangan dipaksakan membeli.

Baca Juga: Simak Jadwal SIM Keliling Jakarta Sabtu 26 Februari 2022

“Yang salah dari kebiasaan kita saat ini terlalu berlebihan membeli bajunya, bukan menyambut tamu saja,” lanjutnya.

Jika hal yang berlebihan tersebut terjadi, maka hukumnya dalam Islam menjadi haram karena berlebih-lebihan.

Hukum membeli baju lebaran dianggap sunnah dan boleh dilakukan jika tujuannya untuk memperindah diri saat menerima tamu.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran