Hukum Berpuasa Saat Alami Muntah, Buya Yahya: Termasuk Najis!

Ada banyak yang harus kita jaga saat sedang melaksanakan puasa Ramadhan karena hukum wajib dan harus diganti jika batal.

Hukum Berpuasa Saat Alami Muntah, Buya Yahya: Termasuk Najis!
Hukum Berpuasa Saat Alami Muntah, Buya Yahya: Termasuk Najis!

INILAHKORAN, Bandung- Ada banyak yang harus kita jaga saat sedang melaksanakan puasa Ramadhan karena hukum wajib dan harus diganti jika batal.

Salah satunya adalah yang sering mengalami gejala muntah atau mual, itu bisa batal puasanya. Lantas bagaimana Hukum Berpuasa Saat Alami Muntah? ini penjelasan Buya Yahya.

Dikutip dari kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa muntah ketika puasa bisa menjadi batal apabila muntahnya disengaja.

“Jadi anda memasukkan jari ke mulut sampai muntah, itu batal,” jelas Buya Yahya.

Baca Juga: Denny Darko Bongkar Afiliator yang Bakal Susul Doni Salmanan dan Indra Kenz: Inisialnya...

Tapi jika muntahnya tidak sengaja atau bisa karena sedang sakit, tapi ludah bekas muntahnya ditelan, itu batal puasa.

“Untuk perempuan hamil lalu muntah itu tidak batal, yang batal hanya ketika muntah sisa ludahnya ditelan,” lanjutnya.

Sebab muntahan yang datang dari perut kita itu adalah najis, melalui tenggorokan dan mulut dikeluarkannya.

“Maka mulut kita yang sedang berpuasa itu terkena najis,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Dalam Sepekan Harga Daging Naik 20 Persen

Lalu cara membersihkan najis itu adalah dengan air, dikumur-kumur dan dibuang lagi.

Jika pada saat puasa Ramadan muntah di siang hari, kata Buya jangan dulu ditelan. Tapi kumurlah dulu dengan air sekali saja, lalu baru ludah tersebut ditelan.

Puasa menjadi batal jika mulut belum berkumur karena ludahnya sudah terkena najis atau bercampur dengan muntahan.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran