Lagi Punya Keinginan, Ini Tata Cara Shalat Hajat Lengkap dengan Doanya

Selain shalat lima waktu yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan, ada pula shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam kondisi atau

Lagi Punya Keinginan, Ini Tata Cara Shalat Hajat Lengkap dengan Doanya
Ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Dalam Islam, shalat merupakan salah satu amalan utama dan mulia dalam Islam. Selain shalat lima waktu yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan, ada pula shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam kondisi atau tujuan tertentu, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Salah satunya adalah shalat hajat.

Shalat hajat adalah shalat sunnah yang ditunaikan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Maka shalat hajat selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah, juga untuk meminta sesuatu hajat atau kebutuhan yang spesifik terkait urusan dunia, seperti meminta rezeki, atau ingin terlepas dari kesulitan.

Shalat hajat dilaksanakan dua rakaat sampai dengan 12 rakaat, dengan setiap dua rakaat satu salam. Untuk ayat-ayat yang dibaca sama seperti shalat pada umumnya. Meski tidak ada dalil yang spesifik terkait shalat hajat, tapi ada riwayat yang diyakini sebagai dalil adanya shalat hajat. Ulama yang menganjurkan adanya shalat hajat berdalil dengan hadits dari ‘Utsman bin Hunaif sebagai berikut.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Disatukan dengan Sholat Sunnah Lain? Ini Jawaban Buya Yahya!

أَنَّ رَجُلاً ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ فَقَالَ: ادْعُ اللهَ لِي أَنْ يُعَافِيَنِي. فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ لَكَ وَهُوَ خَيْرٌ وَإِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ. فَقَالَ: ادْعُهْ. فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ. يَا مُحَمَّدُ، إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى. اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

Artinya: Seorang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, “Berdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendo’akanmu.” Orang itu pun mengatakan, “Do’akanlah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa’atnya untukku.” (HR. Ibnu Majah no. 1385 dan Tirmidzi no. 3578. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Berikut tata cara melaksanakan salat hajat:

1. Membaca niat shalat hajat
Sebelum menunaikan salat, tentu ada niat yang harus dilafadzkan. Berikut niat shalat hajat:

Baca Juga: Tata Cara Sholat Nisfu Syaban, Buya Yahya Ingatkan Satu Hal Penting Ini Jangan Terlewatkan!

‎أُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat salat sunnah hajat, dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Membaca doa iftitah dan Alfatiah
3. Membaca surat-surat pendek

Membaca suratan pendek yang biasa dibaca saat melakukan sholat. Namun diutamakan membaca surah Al-Ikhlas pada raka’at pertama ataupun surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali. Sedangkan untuk rakaat kedua bisa membaca ayat kursi.

4. Ruku dengan tuma’ninah
5. I’tidal dengan tuma’ninah
6. Sujud dengan bacaan tuma’ninah
7. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
8. Sujud kedua dengan tuma’ninah
9. Melakukan Raka’at kedua

Dalam melakukan rakaat kedua tata cara sholat hajat yang dilakukan sama dengan rakaat pertama.

10. Salam

Doa shalat hajat

Setelah shalat hajat, dianjurkan membaca zikir dan doa agar permintaan kita segera dikabulkan. Istighfar itu dibaca sekurang-kurangnya 33 kali. Kemudian, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW setidaknya 33 kali. Setelah membaca shalawat, dilanjutkan membaca doa. Berikut doanya:

‎لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ .اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْعِصْمَةَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَّالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَّالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَاتَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil'arsyil-'adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin. As'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima magfiratika wal -'ismata min kulli dzambiw wal-ganiimata min kulli birriw was-salaamata min kulli istmin, laa tada' lii dzamban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridan illaa qadaitahaa yaa arhamar-raahimiin,”

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”***


Editor : inilahkoran