Jangan Cuma Tidur, Ini Cara Itikaf yang Benar, Ustadz Abdul Somad: Ada Batas Waktu Minimal dan Maksimal
Satu amalan yang banyak dilakukan di bulan Ramadhan adalah berdiam diri di masjid sambil melakukan sholat dan dzikir, atau Itikaf.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Banyak amalan yang khusus hanya banyak dilakukan di bulan Ramadhan, untuk memperbanyak pahala kebaikan.
Satu amalan yang banyak dilakukan di bulan Ramadhan adalah berdiam diri di masjid sambil melakukan sholat dan dzikir, atau Itikaf.
Itikaf di masjid kebnayakan dilakukan para pria dari mulai waktu selesai tarawih sampai waktu sahur atau setelah subuh.
Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa Itikaf harus berdiam diri di masjid selama 24 jam penuh.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Ustadz Khalid Basalamah: Lebih Baik dari Seribu Bulan
Ustadz Abdul Somad lebih lanjut berpendapat syarat melakukan Itikaf di masjid punya batas minimal dan maksimalnya.
“Minimalnya lebih dari waktu ketika rukuk, itu sudah masuk Itikaf,” jelas Ustadz Abdul Somad dalam Youtube Abdul Somad Official.
Rasulullah SAW melakukan Itikaf dimulai setelah sholat Tarawih. Namun banyak riwayat yang mengatakan waktu selesai Itikaf Rasul berbeda-beda.
Batas maksimal melakukan Itikaf bisa beberapa hari. Tergantung dari waktu luang yang dimiliki.
Baca Juga: Sukses One Vilage One CE0, IPB Kini Naikkan Levelnya jadi One Village One Eksporter
Namun yang menjadi masalah, Itikaf hanya diisi dengan bermalam di masjid. Diisi dengan tidur saja.
“Seharusnya tetap bermunajat kepada Allah, dzikir, sholat, dan berdoa lainnya,” tambahnya.
Cara beritikaf yang benar memiliki banyak perbedaan pendapat. Menurut Ustadz Abdul Somad semua tergantung niat Itikaf dan kegiatan amalannya.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


