Hukum Ramadhan: Meninggal Saat Berpuasa Surga Jaminannya...
Hukum Ramadhan tentang keutamaan meninggal dunia saat berpuasa di bulan suci dibahas melalui artikel berikut ini:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Berikut ini Hukum Ramadhan terkait keutamaan meninggal dunia saat berpuasa di bulan suci tersebut.
Hukum Ramadhan terkait meninggal dunia saat berpuasa menjadi salah satu bahasan populer di kalangan ulama.
Ada beberapa pendapat terkait Hukum Ramadhan meninggal dunia saat berpuasa. Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Kabar Duka! Juara MasterChef Season 1 Meninggal Dunia, Ini Profil Singkat Lucky Andreono
Allah mengajarkan prinsip kepada manusia bahwa sebab mereka masuk surga adalah amal. Seringkali Allah menyebut penjelasan, kalian masuk surga karena amal yang kalian kerjakan. Diantaranya firman Allah,
"Itulah surga yang diberikan kepada kalian disebabkan amal yang telah kalian kerjakan." (QS. az-Zukhruf: 72).
Allah juga berfirman,
"Mereka dipanggil, "ltulah surga yang diberikan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS. al-Araf: 43).Dan masih banyak ayat yang semisal dengan ini.
Karena itu, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia, tidak bisa menyebabkan penghuninya jadi mulia.
Baca Juga: Ronaldinho Buka Suara Usai Disebut Raffi Ahmad Deal Gabung RANS Cilegon FC
Dulu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi Radhiyallahu anhuma. Sehingga keduanya ibarat keluarga dekat.Imam Malik membawakan riwayat dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negeri Syam).
Kemudian Salman membalas surat ini dengan mengatakan,
Baca Juga: Sinopsis A Business Proposal Episode 11: Miliki Aib Cha Sung Hoon, Jin Young Seo Berhasil Buat Malu
"Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya." (al-Muwatha, Imam Malik, no. 1464).
Dulu Mekah dihuni orang musyrikin. Ketika mereka tinggal di sana, bukan berarti mereka menjadi lebih suci, lalu ketika mati menjadi husnul khotimah.
Yang meninggal di bulan ramadhan, tidak semuanya orang baik. Ada juga orang jahat yang meninggal di bulan berkah ini. Meskipun demikian, kita tidak menyebut, dia meninggal dengan baik.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Bandung Rabu 30 Maret 2022
Meninggal Dalam Kondisi Puasa
Beda antara meninggal di bulan ramadhan dengan meninggal ketika sedang puasa. Karena meninggal dalam kondisi sedang beramal soleh, termasuk husnul khotimah. Termasuk meninggal ketika sedang menjalankan ibadah puasa.
Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, Rasulullahi Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal,
"Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga.Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga.Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga. (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Baca Juga: Cek Jadwal SIM Keliling Tangsel Rabu 30 Maret 2022
Lain dengan Meninggal Hari Jumat
Meninggal di hari jumat, memiliki keistimewaan khusus, mengingat adanya jaminan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, tidak akan ditanya di alam kubur.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Setiap muslim yang meninggal di hari Jumat atau malam Jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).
Baca Juga: Jadwal Acara TV yang Tayang Hari Ini Rabu 30 Maret 2022, SCTV
Sementara kita tidak menjumpai dalil yang menyatakan bahwa mati ketika bulan ramadhan, termasuk khusnul khatimah atau mendapat jaminan tertentu.Allahu alam. [ ]
Editor : inilahkoran


