Hukum Ramadhan, Suami Istri Bersenggama Saat Puasa, Buya Yahya: Hawa Nafsu Harus Ditahan
Buya Yahya menjelaskan hukum Ramadhan seorang suami sengaja memasukkan kelaminnya ke kemaluan istri disiang hari
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kebanyakan faktor penyebab membatalkannya puasa biasa rentan terjadi pada pasangan suami dan istri.
Karena sering kali suami tidak bisa menahan hawa nafsu ketika berduaan dengan istri atau aktifitas lainnya padahal sedang puasa.
Buya Yahya menjelaskan hukum Ramadhan seorang suami sengaja memasukkan kelaminnya ke kemaluan istri disiang hari atau bersenggama itu membatalkan puasa.
Baca Juga: Lantik 130 Pejabat Fungsional, Yana Mulyana Minta Kepsek Mampu Berinovasi
Dikutip dari kanal Youtube Al-Bahjah TV hanya memasukkannya saja dianggap batal karena haram hukumnya memasukkan sesuatu ke 5 rongga anggota tubuh saat puasa.
“Masuk saja batal apalagi keluar air mani,” jelas Buya Yahya.
Kebanyakan menganggap bersetubuh dengan suami saat puasa tidak membatalkan, tapi rongga kelamin perempuan termasuk ke dalam 5 rongga yang membatalkan puasa.
Baca Juga: Jadi Sekolah Heritage, Kondisi Bangunan SD Negeri Citapen Mengkhawatirkan
Berpuasa tidak hanya menahan dari haus dan lapar, tapi juga menahan dari hawa nafsu.
“Meskipun sudah jadi pasangan halal, tapi jangan dikira hukum Ramadhan berseenggama saat puasa jadi halal juga,” lanjutnya.
Bahkan hanya memasukkan kepala kemaluan suami ke kemaluan istri saja, itu sudah dianggap batal. Maka puasa wajib diganti.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Selasa 19 April 2022: Hasil Test DNA Keysha Keluar, Terbukti Anak Ricky?
Berbeda dengan suami, bagi istri jika masuk setetes air saja ke kemaluannya, sudah dianggap batal.
Hukum Ramadhan suami dan istri bersenggama saat puasa jelas haram dan wajib mengganti puasa di hari lain.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


