RSIA Asri Purwakarta Membatah Telah Menelantarkan Pasien Bayi

Pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta, membantah telah mempersulit pasien bayi yang meminta rujukan dengan alasan permasalahan administrasi.

RSIA Asri Purwakarta Membatah Telah Menelantarkan Pasien Bayi
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta, membantah telah mempersulit pasien bayi yang meminta rujukan dengan alasan permasalahan administrasi.

Manager Humas dan Umum RSIA Asri Purwakarta, Dian Novi Setiawan menuturkan, ibu dan bayi ini sudah tercover semua oleh BPJS Kesehatan. Dia menjelaskan, bayi yang lahir spontan ini didiagnosa mengidap penyakit penyerta (patologis).

Jadi, sesuai advis dokter spesialis anak di RSIA Asri, maka bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas NICU dan harus ada dokter spesialis bedah anak.

"Kami, dari rumah sakit sudah berupaya mencarikan rumah sakit tujuan rujukan di Purwakarta," ujarnya saat dihubungi wartawan via pesan singkat.

Namun, dia berkilah, semua rumah sakit dengan fasilitas NICU semua penuh, bahkan sampai dicarikan ke Bandung. Tapi RS di Bandung pun semua penuh. Selain itu, pihak keluarga juga menolak untuk dirujuk keluar kota.

Dia membenarkan, jika keluarga menghendaki dirujuk ke RS Siloam Purwakarta. Upaya dari keluarga ini pun sudah ditindaklanjuti oleh RS Asri dengan mengkonfirmasi RS Siloam. 

"Tapi di Siloam pun memang ruangan NICU juga penuh," jelas dia.

Dia menegaskan, pihaknya membantah keterangan dari Pekerja Sosial Masyarakat seperti diberitakan sebelumnya. "Kami dari RSIA Asri menyangkal ada keterlambatan proses rujuk pasien karena alasan administrasi dan keuangan," tegas dia.

Sementara itu, ditemui di kediamannya Kampung Krajan RT 03 RW 02 Desa Babakan Cikao, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta. Pasangan suami istri Encu Samsudin (39) dan Yani Suryani (41) nampak pasrah dengan musibah yang menimpa keluarganya.

Sang Ayah bayi, Encu Samsudin hanya berpesan agar rumah sakit tersebut lebih memperhatikan lagi pelayanan terhadap pasiennya. Dia tak ingin kejadian yang menimpa keluarganya dialami oleh orang lain.

"Cukup keluarga saya yang mengalami, mau bilang apalagi? Apapun hal yang telah dan akan saya alami, toh tidak akan dapat mengembalikan nyawa anak saya. Saya pasrah kepada Allah," ujar Encu dengan mimik sedih. (Asep Mulyana)


Editor : Doni Ramdhani