Rudy Susmanto Tanggung Biaya Pengobatan dan Audit Bangunan SMKN 1 Gunung Putri
Setelah ditangani di Puskesmas dan Rumah Sakit, tiga siswa SMKN 1 Gunung Putri yang tertimpa material rangka atap baja ringan maupun genting masih dirawat di RSUD Cileungsi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Setelah ditangani di Puskesmas dan Rumah Sakit, tiga siswa SMKN 1 Gunung Putri yang tertimpa material rangka atap baja ringan maupun genting masih dirawat di RSUD Cileungsi.
Tiga siswa yang mengalami nasib apes tersebut, rata-rata mengalami dislokasi pada bagian tulang tangannya.
"Dari total 41 orang korban ambruknya atap SMKN 1 Gunung Putri, 36 mengalami luka ringan dan 5 luka sedang. Dari 5 orang luka sedang, tinggal 3 orang yang masih dirawat di RSUD Cileungsi," ucap Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa 4 November 2025.
Rudy Susmanto menuturkan, biaya pengobatan seluruh korban bencana ambruknya atap SMKN 1 Gunung Putri ditanggung Pemkab Bogor.
"Biaya pengobatan baik yang ditangani di Puskesmas Gunung Putri, RS Kenari Medika dan RSUD Cileungsi itu ditanggung Pemkab Bogor, melalui Dinas Kesehatan," tutur Rudy Susmanto.
Ia menjelaskan, harus ada audit dan evaluasi atas terjadinya kembali bencana ambruknya atap di sekolah negeri di jenjang SMA.
Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan pun akan melakukan kajian dan pemeriksaan ke sekolah-sekolah, terutama yang tahun pembangunannya 2015 hingga 2016.
"Contohnya SMKN 1 Cileungsi yang sebelumnya juga ambruk atapnya, kami sudah minta memperbaiki struktur atap bangunannya. Di lokasi kejadian, kami juga melihat bahwa gentingnya lebih berat, sementara struktur rangka atap baja ringannya kurang kokoh," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

