Sakit Kepala karena Kurang Tidur: Gejala, Obat dan Cara Mencegahnya
Apakah kurang tidur memicu sakit kepala atau migrain? Temukan penyebab, gejala, pengobatan, hingga tips tidur nyenyak untuk mencegahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mendapatkan tidur yang cukup adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh.
Saat Anda tidur, tubuh melakukan perbaikan sel-sel agar otak dan fisik dapat berfungsi optimal keesokan harinya. Namun tahukah Anda, kurang tidur tidak hanya membuat badan lemas, tapi juga menjadi pemicu utama sakit kepala?
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan ambang batas nyeri tubuh, sehingga Anda menjadi lebih rentan mengalami sakit kepala tegang (tension headache) maupun migrain.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai sakit kepala akibat kurang tidur dan cara mengatasinya.
migrain vs. sakit kepala Tegang: Apa Bedanya?
sakit kepala yang dipicu oleh kurang tidur umumnya terbagi menjadi dua jenis, dengan gejala yang berbeda:
sakit kepala ini dapat memicu nyeri yang parah hingga mengganggu aktivitas. Gejalanya meliputi:
Nyeri berdenyut, biasanya hanya pada satu sisi kepala.
Berlangsung dari beberapa jam hingga berhari-hari.
Sangat sensitif terhadap cahaya dan suara.
Disertai rasa mual dan muntah.
sakit kepala Tegang (Tension Headache)
Jenis ini cenderung menimbulkan rasa sakit ringan hingga sedang yang terasa di seluruh bagian atas, samping, dan belakang kepala. Berbeda dengan migrain, sakit kepala tegang tidak diperburuk oleh paparan cahaya atau suara.
Berapa Kebutuhan Tidur Ideal Anda?
Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan 7 hingga 9 jam tidur setiap malam untuk kesehatan optimal. Kurang dari 7 jam sudah dikategorikan kurang tidur. Berikut adalah panduan durasi tidur berdasarkan usia:
Remaja (14-17 tahun): 8 - 10 jam
Dewasa (18-64 tahun): 7 - 9 jam
Lansia (65 tahun ke atas): 7 - 8 jam
Cara Mengobati sakit kepala Akibat kurang tidur
Jika Anda sudah telanjur mengalami sakit kepala, penanganan segera dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahannya.
Pengobatan sakit kepala Tegang:
Anda dapat menggunakan obat bebas (OTC) seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen. Tersedia pula obat kombinasi pereda nyeri dengan sedatif yang biasanya berlabel obat malam (nighttime).
Pengobatan migrain:
Untuk migrain, dibutuhkan obat yang bekerja lebih agresif. Obat OTC bisa meredakan migrain ringan, namun dokter mungkin perlu meresepkan Triptan atau Ergot untuk menyempitkan pembuluh darah yang bengkak dan memblokir jalur nyeri. Obat anti-mual juga akan diberikan jika diperlukan.
Perawatan Rumahan yang Ampuh
Selain medis, Anda juga bisa mencoba langkah-langkah alami di rumah untuk meredakan nyeri:
Kompres Suhu: Tempelkan kompres dingin atau hangat di dahi maupun bagian belakang leher selama 5–10 menit.
Istirahat di Ruang Gelap: Khusus jika migrain menyerang, segera berbaringlah di ruangan yang tenang dan gelap.
Pijat: Lakukan pijatan lembut pada area dahi yang sakit.
Kelola Stres: Coba teknik relaksasi ringan, akupunktur, atau peregangan di rumah.
Editor : Firda Rachmawati

