Salah Satunya Ayam Suwir, BGN Ungkap Menu MBG yang Bisa Sebabkan Keracunan

BGN ungkap beberapa jenis makanan MBG yang bisa menyebabkan keracunan seperti ayam suwir, soto, atam bakar dan lainnya.

Salah Satunya Ayam Suwir, BGN Ungkap Menu MBG yang Bisa Sebabkan Keracunan
Ilustrasi menu MBG yang bisa sebabkan keracunan makanan.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini telah banyak kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ratusan hingga ribuan korban dari anak sekolah hingga guru telah menjadi korban penyebab keracunan makanan dari MBG ini yang harus menerima perawatan di rumah sakit dan puskesmas terdekat.

Kini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan jenis-jenis makanan apa saja di dalam menu MBG yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang dalam Instagram resmi @nanik_deyang menyampaikan hasil evaluasi tim investigasi pemantauan dan pengawasan.

Tim investigasi menemukan terdapat beberapa jenis makanan yang sejauh ini bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan, mual, muntah, dan diare yang menyebabkan keracunan makanan.

"Di antara makanan tersebut, yang sering menjadi penyebab sakit perut dan diare adalah soto. Hal ini bisa terjadi, karena kondimennya masih ada yang mentah seperti kol, seledri, dan tauge," kata Nanik.

Nanik melanjutkan, "selain itu, saat disajikan, air yang ditaruh di tempat tersendiri sudah dingin,(saat diterima penerima MBG)".

Ketika kuah dingin disiramkan ke makanan lain dan disantap, hal itu berpotensi tercemar bakteri e-Coli, sehingga anak-anak dengan daya tahan tubuh yang kurang baik dapat langsung terkena gangguan pencernaan.

"Menu makanan lain yang mudah membuat anak sakit perut karena cepat basi, antara lain nasi kuning, nasi uduk dan nasi goreng," jelasnya.

Selain itu, jenis makanan lain yang sering menyebabkan gangguan pencernaan, yakni berbagai jenis mie, utamanya jika proses memasak mie goreng yang langsung dicampur dengan sayuran.

"ayam suwir juga termasuk yang menjadi penyebab tertinggi terjadinya keracunan. Hal ini bisa terjadi karena seringkali, ayam yang disuwir bukan ayam premium, melainkan ayam nomor dua atau tiga (tidak segar)," ujar Nunik.

"Selain itu, proses menyuwir ayam yang dilakukan sejak sore karena mengejar waktu tidak menggunakan sarung tangan, juga meningkatkan risiko kontaminasi," tambahnya.

Tidak hanya itu, makanan yang menggunakan berbagai saus juga berpotensi menjadi penyebab gangguan pencernaan, karena terkadang dimasak terlebih dahulu dalam kondisi yang kurang matang, lalu dikonsumsi anak-anak lebih dari 12 jam sejak waktu memasak, bahkan ada yang sampai dibawa pulang.

"Terakhir, menu yang juga menyebabkan anak-anak mual dan muntah adalah ayam bakar dan ikan barbeque. 

Setelah ditelusuri, ternyata proses pembakaran tidak menggunakan oven besar, tetapi alat torch yang biasanya hanya digunakan untuk karamelisasi atau menggosongkan daging tipis, sehingga tingkat kematangan tidak sampai ke bagian dalam," terangnya.***


Editor : Irma Nurfajri