Saldo Rekening SPPG Pangauban Batujajar Sebesar Rp1 Miliar Raib di Rekening, Puluhan Pekerja Diberhentikan IN
Puluhan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Pangauban Batujajar di Kampung Cibodas RT02/08, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa harus diberhentikan sementara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Puluhan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau sppg pangauban Batujajar di Kampung Cibodas RT02/08, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa harus diberhentikan sementara.
Pasalnya, saldo rekening yang digunakan untuk kegiatan SPPG sebesar Rp1 miliar hilang lantaran diduga Kepala SPPG Pangauban menjadi korban phising atau penipuan.
Kasus tersebut pertama kali diungkap akun resmi media sosial TikTok @sppgpangaubanbatujajar yang diunggah pada Minggu 2 November 2025.
Dalam laporan khusus yang diunggah, Ketua Pengurus Yayasan Prama Guna Nasional, R. Sinta Dewi Maryam juga membeberkan kronologis hilangnya uang kegiatan SPPG Pangauban Batujajar sebesar Rp1 miliar, analisis sementara dan langkah tindak lanjut yang telat dilakukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG Pangauban Batujajar tersebut baru beroperasi selama 10 hari dan memproduksi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 3.500 porsi.
Adapun sejumlah sekolah yang mendapat menu MBG dari SPPG Pangauban Batujajar ini antara lain, SDN Cibodas 1, SDN Cibodas 3, SDN Galanggang 1, MI Cihurip, SMPN 2 Batujajar, Mts Banuraja dan SMK Kespam.
Salah seorang pegawasi SPPG Pangauban Batujajar, Meli (39) mengaku sedih lantaran harus diberhentikan dan kehilangan pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, berkat adanya program MBG, khususnya SPPG baik saya maupun ibu-ibu sekitar bisa terbantu karena ada penghasilan," katanya yang juga Ketua RW08 saat ditemui, Senin 3 November 2025.
Meli membenarkan soal hilangnya anggaran kegiatan SPPG sebesar Rp1 miliar tersebut. Meski begitu, dirinya tak tak tahu secara rinci kronologis persoalan yang terjadi di SPPG tempatnya bekerja.
"Kalau kedalaman masalahnya mah enggak tahu ya. Saya cuma sebatas pekerja di sana," ucapnya.
Meli mengaku, dirinya dan seluruh pekerja di SPPG Pangauban Batujajar sempat dikumpulkan dan diberitahu bakal diberhentikan sementara.
"Kemarin kami semua sempat dikumpulkan dan ada pengumuman diberhentikan sementara," ucapnya.
Meli berharap persoalan yang terjadi di SPPG Pangauban Batujajar tidak berlangsung lama. Pasalnya, keberadaan dapur MBG sangat membantu perekonomian warga.
"Mudah-mudahan cepet selesai. Lumayan bisa bantu ekonomi keluarga. Sehari saya dapat upah Rp130 ribu dan dibayar per minggu," ucapnya.
"Tapi tiap bagian beda-beda, kaya driver aja Rp150 ribu. Enggak sama," imbuhnya.
Pantauan di lokasi, kondisi SPPG Pangauban Batujajar terlihat sepi dan tidak ada aktivitas produksi menu MBG. Hanya ada sejumlah pegawai bangunan yang tengah melakukan rehab.
"Kebetulan hari ini pengelolanya lagi enggak ada semua. Katanya lagi ke Jakarta dan gak ada pengiriman menu MBG," ujar salah satu pekerja bangunan di lokasi.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
