Saluran Ditata Air Terjaga
NORMALISASI Saluran Sasak Sekunder Cogreg terus dikebut. Dukungan warga memperlancar pekerjaan di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Aliran air di Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, perlahan kembali dibenahi.Normalisasi sepanjang dua kilometer terus dikebut untuk mengembalikan fungsi saluran sekaligus menjaga kelancaran aliran air.
Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Parung terus memantau pekerjaan tersebut. Hingga Selasa (29/9), normalisasi telah mencapai 1,72 kilometer dari target dua kilometer.
Camat Parung Adhi Nugraha mengatakan, pekerjaan dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah hingga Masjid Al Barkah, di samping pintu masuk KURI.
“Pekerjaan normalisasi untuk wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah sampai Masjid Al Barkah, samping pintu masuk KURI, dengan panjang kurang lebih dua kilometer,” ujar Adhi.
Secara keseluruhan, Saluran Sasak Sekunder Cogreg memiliki panjang empat kilometer.
Dua kilometer berada di wilayah irigasi Desa Cogreg dan dua kilometer lainnya melintasi wilayah irigasi Ciseeng.
Pekerjaan di wilayah Kecamatan Parung telah berlangsung selama 19 hari dengan menggunakan dua unit alat berat. Progresnya terus dipantau agar seluruh target dapat diselesaikan dengan baik.
“Alhamdulillah, sampai hari ini pekerjaan sudah mencapai 1,72 kilometer dan terus kita monitor agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” jelas Adhi dalam keterangannya.
Pekerjaan normalisasi juga mendapat dukungan warga. Sebanyak 16 jembatan yang berada di atas saluran irigasi dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya agar alat berat dapat bekerja lebih leluasa.
“Warga atau pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas irigasi turut mendukung dengan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini sangat membantu agar proses normalisasi dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Tak hanya membongkar jembatan, warga juga ikut membersihkan lumpur dan sampah secara manual pada sejumlah titik. Dukungan tersebut membuat pekerjaan di lapangan dapat berlangsung lebih lancar.
Adhi mengimbau pemilik jembatan lain yang masih berada di atas saluran irigasi untuk ikut mendukung proses normalisasi. Jika tidak dibongkar secara mandiri, pembongkaran akan dilakukan menggunakan alat berat agar pekerjaan tidak terhambat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih memiliki jembatan di atas saluran irigasi untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Jika dilakukan secara mandiri, tentu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

