Sampah Bukan Lagi Prioritas, Farhan Soroti Masalah Kerja dan Kemacetan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, prioritas keluhan warga kota mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Sampah Bukan Lagi Prioritas, Farhan Soroti Masalah Kerja dan Kemacetan
Wali Kota Bandung M farhan

INILAHKORAN, Bandung - Wali kota bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, prioritas keluhan warga kota mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Jika sebelumnya persoalan sampah menjadi keluhan utama. Kini masalah tersebut turun ke posisi ketiga, digantikan oleh isu lapangan pekerjaan dan kemacetan.

“Sekarang, posisi masalah sampah sudah turun ke urutan ketiga. Artinya, penanganan sampah sudah mulai berada di jalur yang tepat,” kata Farhan pada Jumat 8 Agustus 2025.


Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah menciptakan lapangan kerja. Pihaknya mengakui, pemerintah kota tidak dapat sepenuhnya mengendalikan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Oleh karena itu, salah satu strategi yang tengah dipertimbangkan adalah pengembangan sektor pariwisata.

“Saat ini kami sedang menyusun skema insentif yang cocok untuk industri pariwisata, terutama yang melibatkan masyarakat kelas menengah,” ucapnya.

Insentif tersebut, dituturkan ia akan dikaitkan dengan komitmen pengusaha untuk tidak melakukan PHK setidaknya hingga akhir tahun ini.

Sementara terkait kemacetan, Pemkot Bandung sedang mengevaluasi efektivitas perbedaan jam masuk sekolah bagi jenjang SD, SMP dan SMA.

Farhan mencontohkan situasi di kawasan Cibiru, di mana dua SD yang bubar pada waktu bersamaan menyebabkan kemacetan parah.

“Ketika dua SD bubar bersamaan yaitu SD 090 dan satu SD lainnya, kemacetannya sangat terasa, seperti saat pabrik bubar,” ujar dia.

Ia menekankan, pengembangan sistem transportasi massal tidak bisa lagi ditunda. Pihaknya saat ini tengah mematangkan konsep pembangunan bus rapid transit (BRT) bersama Dinas Perhubungan (Dishub).

“Mudah-mudahan, dalam waktu 18 bulan ke depan, sudah ada solusi nyata. Tapi memang masyarakat juga harus mulai bersiap untuk pembangunan sistem BRT,” tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti