Sang Maestro yang Menolak Tunduk pada Waktu

MALAM yang magis di Praha, Minggu (27/9) dini hari WIB bukan cuma milik Slaven Bilic yang menandai comeback emosionalnya ke kursi kepelatihan Kroasia.

Sang Maestro yang Menolak Tunduk pada Waktu

Oleh: Bsafaat

Panggung UEFA Nations League ini justru menjadi saksi bagaimana rasa hormat dan kekaguman antar-generasi lahir di atas rumput hijau.

Marco Pasalic, sang pahlawan yang mencetak gol penentu kemenangan, tidak ingin pembicaraan malam itu hanya tertuju pada dirinya.

Di balik senyum lebarnya setelah melepaskan tembakan mematikan di babak kedua, ada rasa takjub yang mendalam untuk sang kapten, Luka Modric.

Bagi Pasalic, bisa berbagi lapangan dan melihat langsung Modric memecah kebuntuan lewat tendangan brilian adalah sebuah kehormatan.

Di usianya yang tak lagi muda yakni 41 tahun, Modric tidak hanya memimpin dengan ban kapten di lengan, tetapi juga dengan otoritas teknis dan stamina yang membuat pemain muda geleng-geleng kepala.

"Gol pertama dari Luka Modric luar biasa! Saya benar-benar senang untuknya!" ungkap Pasalic dengan mata berbinar saat berbicara kepada UEFA.

"Dia membuktikan bahwa usia hanyalah angka! Di lapangan, dia menjadi pembeda dan benar-benar seorang legenda." Bagi skuad Kroasia, Modric bukan sekadar pemain senior yang menolak tunduk pada waktu. Kehadirannya adalah denyut nadi dan kepastian di tengah lapangan—sebuah bukti hidup bahwa dedikasi mampu melampaui batasan usia.

Kemenangan ini memang menjadi awal yang manis bagi era baru Bilic, namun bagi Pasalic dan kolega, malam itu adalah tentang merayakan keabadian sang mentor di lapangan hijau.

Sementara itu, Berbicara setelah pertandingan Pelatih Slevan Bilic memberikan pujian setinggi langit kepada Modric. Sang manajer mengungkapkan kekagumannya terhadap daya tahan fisik sang veteran dan otoritas teknisnya yang tak tertandingi di lapangan.

Dalam wawancara dengan UEFA, Bilic menegaskan bahwa Modric tetap berada di kelasnya sendiri.

"Luka Modric... kita hanya bisa bangga bahwa kita hidup di eranya dan memiliki privilese untuk menyaksikannya bermain," kata Bilic.

"Di usianya, dia luar biasa dan satu-satunya yang bisa melakukan apa yang sedang dia lakukan, Anda paham maksud saya." Dampak Modric menuai pujian dari kubu lawan, dengan kiper Ceko Lukas Hornicek mengakui bahwa kualitas sang kapten menjadi faktor penentu dalam pertandingan itu. Hornicek mengakui bahwa meski merasa mungkin bisa menyentuh tembakan yang berbelok arah itu, kelas Modric tidak terbantahkan. (bsf)


Editor : Inilahkoran