Sasar 7.500 orang, Vaksinasi Covid-19 Pelaku Industri Pariwisata dan Budaya Ramai Peminat
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata menghadirkan vaksinasi 7.500 orang pelaku industri kreatif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata menghadirkan vaksinasi dengan sasaran 7.500 orang pelaku industri pariwisata dan masyarakat di Pusdikkav Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kegiatan dilakukan selama dua hari sejak Senin 27 September hingga Selasa 28 September 2021.
Vaksinasi ini diselanggarakan bersama Pemkab KBB dan Pusdikav serta pihak lain. Di mana dirangkaikan dengan Hari Pariwisata Dunia yang berlangsung setiap 27 September.
Baca Juga: Cara Cek Informasi dan Jadwal Vaksinasi Covid-19 se-Jawa Barat di Aplikasi dan Web Pikobar
Di sela vaksinasi, panitia penyelenggara menyediakan hiburan kesenian. Ada pula penyanyi yang berkeliling menggunakan mobil bandros. Semua pengisi acara sudah melalui proses tes Covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan target jangkauan vaksinasi tahap dua ini sebanyak 7.500 orang.
Dedi mengapresiasi tingginya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal tersebut menurut dia, merupakan langkah yang positif dalam upaya percepatan vaksinasi.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan PTM di Kabupaten Cirebon, Kosgoro dan PGRI Gelar Vaksinasi Pelajar
"Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari ke dua 1.500 orang, kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai," ujar Dedi.
Dedi memastikan, pihaknya ingin mengangkat dan mengajak seluruh kalangan untuk berperan serta termasuk para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat yang mencapai 96.545 orang.
"Sejauh ini yang sudah divaksin mencapai 28.000an. Kemudian selain pelaku industri pariwisata juga para seniman budayawan dan masyarakat umum untuk melakukan vaksinasi," ucapnya.
Baca Juga: Gebyar Vaksinasi bagi Penyandang Disabilitas di Jabar
Menurut dia, vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk kekebalan komunal (herd immunity) sangat penting. Apalagi Jawa Barat kini sudah lepas dari Zona Merah menjadi Zona Oranye menuju Zona Kuning. Kemudian wilayah kab/kota yang kini berstatus level tiga terdapat 17 kabupaten kota dan 10 kabupaten di level dua.
"Mudah-mudahan ke depan, Pariwisata segera bangkit. Herd immunity itu penting, sehingga kita menyiapkan pranata di lapangan salah satunya early warning melalui rapid anti gen di tempat wisata untuk awal kita melakukan 3T (tracing, treasing dan treatment)," ucap Dedi.
Baca Juga: Daftar Online Ribet, Pedagang Bogor Lebih Senang Datangi Sentra Vaksinasi di Pasar
Selain itu, Dedi mengatakan pihaknya melakukan pendekatan dengan aplikasi Peduli Lindungi. Di beberapa daerah Jawa Barat level tiga dan dua, sudah dilakukan uji coba penerapan aplikasi peduli lindungi.
"Ini merupakan langkah bagus kesiapan kita di dunia pariwisata, selain aplikasi kita ke depankan juga persyaratannya adalah vaksin (sertifikat vaksin), juga melalui aplikasi peduli lindungi dan early warning nya rapid anti gen. Itu langkah untuk reborn tourism di Jawa Barat ini. Dont Panic-Do Vaksin-Go Picnic," pungkasnya. (rianto nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


