Satu Korban Keracunan Massal di Lembang Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Kades Wangunsari
Kasus keracunan massal yang terjadi Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang KBB usai menyantap hidangan hajatan mengakibatkan satu korban jiwa meninggal dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus keracunan massal yang terjadi Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang KBB usai menyantap hidangan hajatan mengakibatkan satu korban jiwa meninggal dunia.
Salah satu korban keracunan massal atas nama Tarma (71) dikabarkan meninggal dunia pada Rabu 1 Maret 2023.
Hingga saat ini, korban keracunan massal di Desa Wangunsari terus bertambah dari jumlah semula 178 orang, kini bertambah hingga 217 orang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Wangunsari Diki Rohani membenarkan adanya salah seorang warga korban keracunan massal yang meninggal dunia.
"korban keracunan massal namanya ibu Tarma (71) meninggal dunia sekira pukul 07.58 WIB," katanya kepada wartawan, Rabu 1 Maret 2023.
Sebelum menjadi korban keracunan massal, jelas dia, ibu Tarma memang sering sakit lantaran memiliki riwayat darah tinggi. Kendati begitu, pihaknya pun telah mengupayakan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi almarhumah dengan membawanya ke rumah sakit agar mendapat pertolongan secara intensif.
"Alhamdulillah, kemarin sore beliau mau dibawa ke rumah sakit tetapi menjelang malam beliau memaksa untuk pulang," ujarnya.
"Namun, atas permohonan dan juga persetujuan keluarganya beliau diperbolehkan pulang dan meninggal dunia tadi pagi di kediamannya," sambungnya.
Ia menerangkan, sebenarnya almarhumah tidak menghadiri langsung acara hajatan yang digelar pada Minggu 26 Februari 2023 lalu.
Kendati demikian, lantaran masih kerabat dari pemilik hajat, almarhumah mendapat bagian hidangan hajatan berupa nasi, sup, rolade, serta beef steak.
"Almarhumah juga dapat hidangan makanan dari acara hajatan dan hidangan tersebut diantarkan karena yang punya hajat masih keluarganya," ujarnya.
Dikonfirmasi terkait jumlah korban keracunan, ia menyebut, hingga hari ini, jumlah korban mengalami penambahan yang signifikan.
"Update hari ini total ada 217 yang terpapar, antara lain dirawat 7 orang, di RS Advent 1 orang, di RS Salamun 2 orang, dan di Puskesmas 1 orang," sebutnya.
Meski begitu, sambung dia, jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah, sebab jumlah undangan hajatannya pun mencapai 500 orang.
"Kemungkinan masih bertambah, contohnya hari ini, hari ketiga kami kedatangan enam orang lagi tadi sekitar jam 08.00 WIB, tapi empat diantaranya pasien sebelumnya. Jadi yang baru, hanya dua," bebernya.
Ia menambahkan, guna mengantisipasi adanya warga yang enggan melaporkan kondisinya, tegas dia, Pemerintahan Desa Wangunsari terus melakukan penyisiran ke sejumlah tempat dan melakukan door to door untuk mencegah sekaligus mempercepat penanganan dalam kasus keracunan massal tersebut.
"Kita terus sisir ke beberapa rumah termasuk malam tadi pun sampai jam 11.00 WIB ke tempat yang agak jauh yang memang tidak mau," ujarnya.
"Kami datangi langsung, kami gotong karena tidak boleh masyarakat sampai diam tidak mau dirawat oleh kami. Dan posko kami pun dibuka sampai 24 jam dari nakes dan Pemdes Wangunsari," tutupnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


